Mengupas Fakta Micin: Aman atau Hanya Disalahpahami?

  • 17 Mei 2026 12:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Makanan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi setiap individu. Agar menambah kelezatan pada makanan semakin gurih, ada satu peran penting yang selalu hadir menambah cita rasanya, yaitu adalah penyedap rasa atau yang sering disebut sebagai micin.

Awalnya micin merupakan istilah lain dari vetsin, nama lain untuk Monosodium Glutamat (MSG). Ini adalah bumbu dapur berbentuk serbuk kristal putih yang berfungsi sebagai penguat rasa untuk memberikan sensasi gurih atau umami pada masakan.

Dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Hermina, dr. Benedicta Afianti menjelaskan asal usul MSG pertama kali diproduksi oleh Ajinomoto di Jepang. Saat itu Prof. Kikunae Ikeda merasakan sop ikan buatan istrinya lebih enak dibanding sebelumnya. Istrinya menjelaskan menggunakan kaldu rumput laut bernama kombu untuk menambah cita rasa pada sop ikan.

Kemudian, profesor ahli kimia tersebut meneliti lebih lanjut dan menemukan ada kandungan asam glutamat pada kombu. Ia berinisiatif untuk membuat rasa gurih agar dibuat lebih praktis dan terciptalah MSG yang kemudian diproduksi secara massal.

Dalam kesempatan menghadiri dialog Tonight Corner edisi kesehatan yang disiarkan di RRI Pro 2 Samarinda, dr. Benedicta menjelaskan kandungan apa saja yang ada di micin, “Monosodium glutamat terdiri dari natrium dan glutamat. Natrium adalah mineral yang ada di dalam garam. Sedangkan glutamat adalah asam amino, bagian terkecil dari protein,” ucapnya.

Banyak stigma negatif bermunculan tentang bahaya mengonsumsi micin, dr.Benedicta membantah hal tersebut. “Kalau saya mengumpulkan referensi dan pendapat dari para ahli seperti dokter gizi dan ahli pangan lainnya menyatakan bahwa itu (micin) sebetulnya stigma,” katanya dikutip Minggu, 17 Mei 2026.

Ia melanjutkan mengapa micin sempat dianggap berbahaya, saat itu Amerika menganggap micin sebagai bubuk putih misterius dari timur karena rasanya gurih dan menyenangkan, Seiring dengan perkembangan zaman, sekarang sangat banyak produk-produk di Eropa dan Amerika yang menggunakan MSG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....