Kenali Lima Tanda Awal Penyakit Jantung

  • 06 Jun 2026 22:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda- Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Namun, banyak kasus terlambat ditangani karena gejala awal yang muncul sering dianggap sebagai keluhan biasa dan tidak segera diperiksakan ke fasilitas kesehatan.

Dokter spesialis jantung Dedy Pratama mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap berbagai tanda yang dapat mengarah pada penyakit jantung. Menurutnya, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Ia menjelaskan terdapat beberapa tanda awal yang paling sering ditemukan pada penderita penyakit jantung. Salah satunya adalah nyeri dada yang muncul akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung.

Namun, Dedy menegaskan nyeri dada akibat gangguan jantung memiliki karakteristik yang berbeda dengan nyeri biasa. Keluhan tersebut umumnya terasa seperti ditekan, diremas, atau tertindih beban berat di area dada dan dapat menjalar ke punggung, leher, rahang, maupun lengan.

“Nyeri dada karena jantung biasanya bukan seperti ditusuk-tusuk. Rasanya lebih seperti ditekan, diremas, panas, dan dapat menjalar ke berbagai bagian tubuh,” ujarnya Sabtu 6 Juni 2026.

Selain nyeri dada, gejala lain yang perlu diwaspadai adalah sesak napas. Kondisi ini dapat muncul saat beraktivitas maupun ketika beristirahat. Pada beberapa kasus, sesak napas menjadi tanda awal adanya gangguan fungsi jantung yang menyebabkan aliran darah tidak dapat dipompa secara optimal ke seluruh tubuh.

Tanda berikutnya adalah tubuh yang mudah lelah tanpa sebab yang jelas. Banyak penderita penyakit jantung mengeluhkan penurunan stamina dan mudah kehabisan tenaga meski hanya melakukan aktivitas ringan.

“Kalau tiba-tiba merasa lemah terus-menerus dan kemampuan beraktivitas menurun, itu juga perlu diperhatikan,” katanya.

Gejala lain yang kerap ditemukan adalah pembengkakan pada kaki atau tungkai. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat penumpukan cairan dalam tubuh yang muncul ketika fungsi pompa jantung mulai mengalami gangguan.

Menurut Dedy, masyarakat sering menganggap kaki bengkak sebagai masalah biasa akibat kelelahan atau terlalu lama berdiri. Padahal dalam kondisi tertentu, pembengkakan dapat menjadi petunjuk adanya penyakit jantung yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, denyut jantung yang tidak teratur juga perlu mendapat perhatian. Jantung normal umumnya berdetak antara 60 hingga 100 kali per menit. Ketika denyut terlalu cepat, terlalu lambat, atau terasa tidak beraturan, kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan irama jantung atau aritmia.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami satu atau beberapa gejala tersebut, terutama jika terjadi berulang atau semakin berat. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu dokter menemukan penyebab keluhan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Dedy menegaskan penyakit jantung bukan lagi ancaman yang hanya dialami kelompok usia lanjut. Seiring perubahan gaya hidup dan meningkatnya faktor risiko kesehatan, penyakit kardiovaskular kini semakin banyak ditemukan pada usia produktif. Karena itu, kewaspadaan terhadap gejala awal menjadi salah satu kunci untuk mencegah kematian dan kecacatan akibat penyakit jantung.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....