Dokter Ungkap Cara Kurangi Ketergantungan Rasa Gurih
- 17 Mei 2026 10:15 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Mengonsumsi camilan dengan kecenderungan rasa gurih umami kerap menimbulkan sensasi ketagihan pada sebagian orang. Kondisi ini dapat meningkatkan intensitas konsumsi apabila tidak dikendalikan, terutama pada makanan yang mengandung garam dan penyedap rasa.
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Hermina Samarinda, dr. Benedicta Afianti, membagikan tips mengurangi ketergantungan terhadap rasa gurih dan asin pada makanan. Pola pengurangan secara bertahap dinilai lebih efektif dibanding menghentikan konsumsi secara mendadak.
Menurut dr. Benedicta, masyarakat tidak perlu terlalu takut terhadap micin atau monosodium glutamat (MSG) selama dikonsumsi dalam batas wajar. Perhatian utama justru perlu diarahkan pada konsumsi garam berlebih.
“Kalau menurut saya bukan micinnya, tapi lebih ke garamnya. Karena natriumnya tiga kali lipat dari micin itu garam,” ujarnya dalam obrolan Tonight Corner Pro 2, Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menjelaskan keberhasilan mengurangi konsumsi makanan asin dan gurih juga dipengaruhi motivasi masing-masing individu. Kesadaran menjaga kesehatan menjadi faktor penting dalam mengubah pola makan.
“Ada yang menyadari, ‘Oh iya saya masih punya anak, punya istri, punya tanggung jawab sehingga saya harus sehat,’ itu bisa langsung switch diet rendah garam,” katanya.
| Baca juga: Dokter Ungkap Sejarah dan Fakta MSG |
Meski demikian, dr. Benedicta mengakui sebagian orang mengalami kesulitan meninggalkan kebiasaan mengonsumsi makanan gurih. Kondisi tersebut dapat diatasi dengan proses adaptasi bertahap.
“Kalau memang suka asin, untuk makan makanan yang dinilai sebetulnya enak cuma kalau ditambah garam sedikit lebih oke, sebaiknya stop jangan nambah di situ dulu,” ujarnya.
Ia menyarankan masyarakat mempertahankan pola tersebut selama dua minggu sebelum kembali mengurangi kadar garam secara bertahap hingga mencapai target diet rendah garam.
| Baca juga: Berhenti Merokok Tak Harus Beralih ke Vape |
“Bertahan sampai dua minggu. Karena katanya terapis perilaku, adaptasi itu berjalan rata-rata dua minggu. Setelah dua minggu turun lagi, turun lagi sampai di target diet rendah garam,” ucapnya.
Selain mengurangi garam, dr. Benedicta juga menyarankan pemanfaatan bahan makanan alami yang mengandung glutamat untuk menghasilkan rasa umami tanpa penyedap berlebih. Bahan tersebut antara lain tomat, jamur, seafood, dan berbagai bumbu alami lainnya.
“Banyak bahan makanan yang mengandung glutamat juga yang bisa meningkatkan rasa umami,” katanya.
Ia turut mengingatkan masyarakat membatasi kebiasaan makan di luar rumah karena makanan siap saji umumnya mengandung garam dan lemak lebih tinggi. Memasak sendiri di rumah dinilai menjadi langkah paling efektif menjaga pola makan sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....