Dokter Ungkap Sejarah dan Fakta MSG

  • 01 Jun 2026 12:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Micin atau MSG (Monosodium Glutamat) kerap menjadi perdebatan di masyarakat karena dianggap berbahaya bagi kesehatan. Namun, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Benecdita Afianti, menegaskan bahwa sebagian besar anggapan tersebut berasal dari stigma yang berkembang selama bertahun-tahun.

Menurut Benecdita, istilah micin sebenarnya berasal dari penyebutan vetsin yang merujuk pada produk MSG yang populer di Asia. Meski sering dikaitkan dengan China, MSG pertama kali ditemukan di Jepang oleh seorang profesor bernama Kikunae Ikeda.

Ia menjelaskan bahwa Ikeda menemukan rasa gurih atau umami setelah meneliti masakan istrinya yang menggunakan kombu, sejenis rumput laut. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa asam glutamat menjadi senyawa yang menghasilkan rasa gurih khas pada makanan.

“Prof. Kikunae Ikeda kemudian memiliki ide untuk membuat rasa gurih ini lebih praktis dalam bentuk bumbu yang bisa ditambahkan ke berbagai masakan, hingga akhirnya diproduksi secara massal,” kata Benecdita.

MSG sendiri terdiri dari natrium dan glutamat. Natrium merupakan mineral yang juga terdapat dalam garam, sedangkan glutamat adalah asam amino yang secara alami terdapat dalam berbagai bahan pangan yang mengandung protein.

Benecdita menuturkan bahwa stigma negatif terhadap MSG berkembang karena berbagai faktor sejarah dan informasi yang belum tentu didukung bukti ilmiah yang kuat. Salah satunya adalah laporan seorang dokter pada tahun 1968 yang mengaitkan keluhan seperti mati rasa dan jantung berdebar setelah mengonsumsi makanan di restoran China.

“Laporan itu awalnya hanya dimaksudkan sebagai bahan diskusi ilmiah. Namun seiring waktu berkembang menjadi ketakutan masyarakat terhadap MSG,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah penelitian yang sempat mengaitkan MSG dengan kanker, kerusakan otak, maupun gangguan kesuburan kemudian dinilai memiliki kelemahan metodologi dan tidak memenuhi standar ilmiah yang kuat. Karena itu, banyak badan pengawas pangan dunia menyatakan MSG aman untuk dikonsumsi.

“Dari referensi para ahli gizi, dokter, dan badan pengawas pangan dunia, MSG dinyatakan layak dikonsumsi. Yang penting adalah jumlahnya tetap wajar dan tidak berlebihan, sama seperti konsumsi gula maupun garam,” kata Benecdita.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....