Cara Kurangi Kebiasaan Makan Makanan Tinggi Natrium
- 26 Mei 2026 19:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menikmati momen bersama keluarga saat Iduladha biasanya selalu dibarengi makan-makan bersama keluarga. Sebagian besar makanan Indonesia memiliki cita rasa dengan bumbu yang kuat, contohnya seperti daging rendang, soto banjar, dan masih banyak lagi. Hal itu dikarenakan Indonesia kaya akan rempah-rempahan yang dapat memperkaya cita rasa masakan.
Selain enak, asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh juga perlu diperhatikan agar tetap menjaga kesehatan, terutama asupan gula, garam, dan lemak yang berlebihan sehingga dapat meningkatkan kalori berlebihan. Akan lebih bagus lagi jika diimbangi lagi dengan aktivitas atau latihan fisik, contohnya seperti olahraga.
| Baca juga: Tips Mandi Sehat untuk Jaga Skin Barrier |
Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Hermina Samarinda, Benedicta Afianti, membagikan tips cara mengurangi ketergantungan bagi orang-orang yang lidahnya sudah terbiasa dengan cita rasa gurih, “Sebetulnya kita tidak perlu takut, karena sudah ada jaminan keamanan. Asal kita juga tahu batasan pemakaiannya,” ucapnya.
Menurutnya, yang menjadi perhatian dalam masakan adalah bukan tentang micin atau Monosodium Glutamat (MSG), melainkan garam, “Karena garam itu natriumnya tiga kali lipat dari micin,” katanya dikutip Selasa, 26 Mei 2026.
Ada pula pengaruh lainnya kenapa seseorang cukup kesulitan mengurangi konsumsi makan-makanan yang asin, seperti dari faktor genetik. “Pada pemeriksaan nutrigenomik ada orang yang peka terhadap rasa pahit, sehingga kurang bisa menerima rasa sayur jika tidak dibiasakan dari kecil. Ada yang lebih suka manis dan gurih,” ucapnya.
Ia mengatakan, masih banyak ditemukan orang-orang yang cukup sulit meninggalkan kebiasaan tersebut, “Biasanya saya menyarankan kalau memang suka asin atau makanan yang dinilai enak jika ditambah garam sedikit lebih banyak adalah sebaiknya berhenti dulu dan bertahan sampai 2 minggu,” katanya.
Mengutip dari terapis perilaku, adaptasi berjalan rata-rata selama 2 minggu, berikutnya meningkatkan target di 2 minggu kemudian hingga target diet rendah garam yang sudah ditentukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....