Gorengan dan Kopi, Kawan Nongkrong atau Lawan Jantung?

  • 21 Jul 2026 13:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Gorengan dan kopi merupakan pasangan yang sulit dipisahkan dalam budaya nongkrong masyarakat Indonesia. Dari warung pinggir jalan hingga kedai kopi modern, sepiring gorengan hangat seperti bakwan, pisang goreng, tahu isi, atau tempe mendoan sering menjadi teman setia secangkir kopi. Kombinasi rasa gurih dan pahit menciptakan sensasi yang membuat banyak orang merasa lebih nyaman saat berbincang bersama teman atau keluarga.

Dikutip dari dr. Yislam Aljaidi, Sp.JP, FIHA, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, sebaiknya tidak disarankan baiknya tidak dikondumdi secara rutin idealnya kita makan pola gizinya seimbangjd sebenarnya kalau makanan-makanan dengan gorengan apalagi sudah ditepungin itu karbo dengan gorengan jadi Ultra-processed food (UPF) lagi, itu kadar lemaknya itu menjadi kebih tinggi, jadi dia hanya tinggi karbohidrat dan tinggi lemak, itu yang harus dipertimbangkan, ya kalau makan sesekali sih boleh aja ya cuman baiknya ya tetap kita lakukan pola hidup sehat, tetap olah raga teratur, terus tetap makanan bergizi lainya misalnya konsumsi makanan tinggi protein, tinggi lemak sehat, kita atur pola makan gizi kita lebih seimbang, sebernya itu karena penggunaan minyak. Jdi kita tidak tahu kalau diluar itu dia sudah pakai beberapa kali, apa disaring atau dia memang murni minyak dari baru, karena sudah dipakai berkali-kali dan di panaskan berkali-kali kadar kolesterolnya menjadi lebih jahat.

Ketika dia menggunakan minyak yang baru memang kadar kolesterolnya setinggi kita menggunakan minyak yang sudah berulang-ulang digunakan, minuman kopi itu mempunyai manfaat untuk kesehatan jantung, jadi mungkin masyarakat belum terlalu aware ternyata ketika seseorang mengkonsumsi kopi hitam tanpa gula ketika di konsumsi 1-2 cangkir sehari memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan jantung, Cuma yang perlu di pertimbangkan kopi itu ada efek-efek lain pertama bisa menaikan detak jantung kita lalu dia juga ada efek diurektik, lebih sering kepingin buang air kecil.

Di balik kenikmatannya, gorengan menyimpan kandungan lemak dan kalori yang cukup tinggi. Proses memasak dengan cara digoreng, terutama menggunakan minyak yang dipakai berulang kali, dapat menghasilkan lemak trans dan senyawa berbahaya yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada penyakit jantung dan stroke.

Masalah muncul ketika gorengan dan kopi menjadi kebiasaan harian tanpa memperhatikan porsi. asupan lemak jenuh dari gorengan yang tinggi dipadukan dengan tambahan gula atau krimer berlebihan pada kopi dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan. Bagi seseorang yang sudah memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung, kombinasi tersebut perlu dikonsumsi dengan lebih bijak agar tidak memperburuk kondisi kesehatan.

Selain memperhatikan makanan dan minuman, gaya hidup secara keseluruhan juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, serta melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kadar kolesterol secara berkala dapat membantu menekan risiko penyakit kardiovaskular. Dengan begitu, sesekali menikmati gorengan bersama secangkir kopi tidak akan menjadi ancaman besar bagi tubuh.

Pada akhirnya, gorengan dan kopi bisa menjadi kawan nongkrong yang menyenangkan, tetapi juga dapat berubah menjadi lawan bagi kesehatan jantung jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus. Menikmati keduanya sesekali dengan porsi yang wajar adalah pilihan yang lebih bijaksana. Dengan keseimbangan pola makan dan gaya hidup sehat, momen menikmati kopi dan gorengan tetap dapat dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan di masa depan. (Ayu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....