Klinik Memori Masuk 24 Layanan Baru di Gedung Pandurata RSUD AWS Samarinda
- 18 Mei 2026 12:56 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan Klinik Memori di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjaranie (AWS) Samarinda sebagai bagian dari pengembangan layanan kesehatan saraf dan fungsi kognitif bagi masyarakat. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan Klinik Memori menjadi salah satu dari 24 layanan kesehatan yang akan disiapkan di Gedung Pandurata RSUD AWS tahun ini.
“Nanti di situ ada macam-macam, ada klinik nyeri, klinik memori. Memang wajib untuk klinik memori, terutama berkaitan dengan masalah sel-sel saraf,” ujar Jaya, dikutip pada Senin 18 Mei 2026.
Ia menjelaskan, memori merupakan bagian penting dari fungsi kognitif manusia yang berkaitan dengan kemampuan mengenali, memahami, dan menyimpan informasi dari lingkungan sekitar. Proses tersebut terjadi melalui persepsi yang diterima pancaindra lalu disimpan di bagian otak bernama hipokampus.
Karena itu, Klinik Memori nantinya dipersiapkan untuk membantu penanganan gangguan fungsi memori sekaligus menjaga kemampuan kognitif masyarakat tetap optimal. “Persepsi itu disimpan di sel memori yang namanya hipokampus. Nanti kita lakukan langkah-langkah supaya memori kita tetap normal dan bisa di-recall kembali,” kata Jaya.
Ia menuturkan, keberadaan Klinik Memori juga menjadi bagian dari pengembangan layanan neurologi di RSUD AWS. Saat ini, sejumlah pelayanan di rumah sakit tersebut disebut sudah menuju tingkat utama, seperti pelayanan ginjal, bedah, hingga neurologi.
Dirinya menilai kemampuan memori perlu terus dilatih agar fungsi otak tetap aktif. Sebab, memori yang jarang digunakan akan mengalami penurunan fungsi. “Kalau memori kita tidak pernah dipakai untuk berpikir dan mendapatkan pengetahuan baru, itu akan tumpul,” ucapnya.
Saat ini, Pemprov Kaltim masih menyelesaikan pembangunan Gedung Pandurata yang nantinya menjadi pusat berbagai layanan baru, termasuk Klinik Memori. Setelah tahap finishing selesai tahun ini, pemerintah akan melanjutkan pengadaan alat kesehatan dan sarana penunjang lainnya.
Selain fasilitas, Dinas Kesehatan Kaltim juga menyiapkan peningkatan kapasitas tenaga medis yang akan menangani layanan tersebut. Operasional Klinik Memori dan 23 klinik lainnya akan menyesuaikan kesiapan masing-masing kelompok staf medis fungsional (KSM).
“Kalau yang kliniknya sudah siap, bisa langsung dipindahkan. Yang belum nanti kita siapkan sarana-prasarana dan SDM-nya,” ujar Jaya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....