Pencegahan Stunting Harus Dimulai sejak Calon Pengantin, Ini Penjelasannya
- 18 Mei 2026 11:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Upaya pencegahan stunting tidak dimulai saat anak lahir, melainkan sejak pasangan calon pengantin mempersiapkan pernikahan. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang dapat memengaruhi perkembangan fisik maupun kecerdasan anak.
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Samarinda Seberang, Erin Caesari, mengatakan masih banyak masyarakat yang memahami stunting hanya sebatas kondisi tubuh pendek. Padahal, dampak stunting jauh lebih luas dan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak hingga masa depan mereka.
“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang bisa berdampak pada perkembangan otak dan masa depan anak,” ujar Erin Caesari, dikutip Senin 18 Mei 2026.
Sementara itu, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Jihan Zulienda, menegaskan pencegahan stunting harus dimulai sejak calon pengantin mempersiapkan diri untuk menikah. Menurutnya, kondisi kesehatan calon ibu dan calon ayah akan sangat menentukan kualitas kehamilan serta kesehatan anak di masa mendatang.
“Selama ini banyak yang berpikir stunting baru diperhatikan saat anak lahir. Padahal prosesnya sudah dimulai jauh sebelum itu, bahkan sebelum menikah," katanya. Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi bagi generasi muda sebelum membangun keluarga.
Pemeriksaan kesehatan menjadi langkah awal yang perlu dilakukan pasangan calon pengantin. Beberapa pemeriksaan penting meliputi kadar hemoglobin, status gizi, hingga penerapan pola hidup sehat. Persiapan tersebut bertujuan untuk menekan risiko stunting sejak awal pembentukan keluarga.
Selain kesiapan kesehatan fisik, calon pengantin juga diharapkan memiliki kesiapan mental dan pemahaman mengenai pola asuh anak. Dengan persiapan yang matang, pasangan dapat menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Menurut Jihan, generasi muda perlu memahami pernikahan bukan hanya tentang kesiapan ekonomi, tetapi juga kesiapan kesehatan reproduksi. Hal itu penting demi menghadirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
Melalui edukasi dan pendampingan kepada calon pengantin, pemerintah berharap angka stunting dapat terus ditekan. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah efektif untuk menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berdaya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....