Micin Aman Dikonsumsi Asal Tidak Berlebihan
- 17 Mei 2026 13:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Monosodium Glutamat atau yang sering disebut sebagai micin sering digunakan sebagai penyedap rasa pada makanan untuk menciptakan rasa yang gurih dan umami. Selain terkenal dengan rasa lezatnya, banyak yang masih beranggapan bahwa micin itu berbahaya. Namun, apakah micin memiliki efek samping negatif terhadap tubuh?
Dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Hermina Samarinda, dr. Benedicta Afianti menyatakan bahwa banyak penelitian terhadap micin kurang sahih karena dari segi kriteria sains kurang memenuhi syarat. “Banyak sekali badan perizinan makanan seperti FDA di Amerika kemudian bergabung komite makanan dan mengkategorikan micin sebagai makanan tambahan atau food aditif, termasuk di Indonesia,” ucapnya.
Di Indonesia sendiri sudah ada peraturan yang mengatur terkait makanan tambahan, yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan bahwa MSG sebenarnya layak dikonsumsi.
Jika dikonsumsi berlebihan, tentunya akan berdampak buruk baik tubuh. Sebelum menjelaskan lebih lanjut, dr. Benedicta menjelaskan bahwa benar micin memberikan rasa umami. “Rasa umami itu adalah rasa kelima setelah pahit, asam, asin, dan manis. Kalau makanannya gurih, ada kecenderungan untuk makan lebih banyak sehingga meningkatkan kalori,” katanya dikutip Minggu, 17 Mei 2026.
Asupan kalori berlebihan yang tidak diikuti dengan pembakaran yang seimbang seperti aktivitas atau latihan fisik akan menyebabkan obesitas. Hal ini akan menimbulkan berbagai gejala penyakit lainnya seperti hipertensi dan kolestero yang masuk dalam sindroma metabolik.
Sindroma metabolik adalah sekelompok kondisi atau gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan dan secara signifikan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga diabetes tipe 2. “Akhirnya diabetes melitus, gangguan ginjal, dan berbagai komplikasi lainnya,” ucapnya.
Ia menekankan walaupun layak dikonsumsi, sangat penting untuk konsumsi secukupnya dan tidak melewati batas. “Jadi ada batas-batasnya juga seperti konsumsi gula dan garam,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....