Asal-Usul Micin MSG Berawal dari Riset Ilmuwan Jepang
- 17 Mei 2026 09:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Micin atau monosodium glutamat (MSG) selama ini dikenal sebagai bahan dapur penambah rasa gurih dalam masakan. Di balik penggunaannya yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, penyedap rasa ini memiliki sejarah panjang yang berawal dari penelitian ilmuwan Jepang terhadap rasa gurih pada rumput laut kombu.
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Hermina Samarinda, Benedicta Afianti, menjelaskan sejarah Monosodium Glutamat (MSG) atau micin berawal dari penelitian seorang ilmuwan Jepang yang meneliti rasa gurih dalam masakan berbahan rumput laut kombu. Penemuan tersebut kemudian berkembang menjadi produk penyedap rasa yang dikenal luas di berbagai negara.
“MSG yang pertama itu diproduksi di Jepang. Namanya Ajinomoto,” ujarnya dalam obrolan Tonight Corner Health Pro 2 dikutip Minggu, 17 Mei 2026.
Ia menuturkan penemuan MSG bermula saat Prof. Kikunae Ikeda merasakan masakan sop ikan buatan istrinya yang dinilai lebih lezat dibanding biasanya. Setelah diteliti, rasa gurih tersebut berasal dari kombu atau sejenis ganggang laut yang dicampurkan ke dalam masakan.
“Beliau meneliti dan ternyata yang membuat rasa enak itu adalah asam glutamat,” katanya.
Menurut dr. Benedicta, Prof. Ikeda kemudian memiliki gagasan untuk membuat rasa gurih tersebut lebih praktis digunakan dalam masakan sehari-hari. Ide tersebut akhirnya diproduksi secara massal setelah dibeli seorang pengusaha Jepang dan berkembang menjadi produk Ajinomoto.
“Prof ini memiliki ide bagaimana kalau rasa gurih ini dibuat lebih praktis sehingga bisa menjadi taburan masakan supaya lebih gurih,” ujarnya.
Ia menjelaskan istilah “micin” sendiri berasal dari produk penyedap rasa yang berkembang di China. Saat Jepang menjajah China dan kawasan Asia Timur, produk MSG ikut masuk dan diterima masyarakat setempat, terutama kalangan vegan karena mampu menghadirkan rasa gurih pada makanan.
“Dari Jepang kemudian Jepang menjajah China, termasuk Indonesia masuk juga Ajinomoto ke China. Produk Ajinomotonya ini diterima terutama mereka yang vegan,” ucapnya.
Dr. Benedicta mengatakan dari China, penggunaan MSG kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk Amerika Serikat dan Indonesia. Produk penyedap rasa asal China yang dikenal masyarakat saat itu memiliki nama “Mi-Shin” dan akhirnya populer dengan sebutan micin.
“Dari China ini menyebar ke seluruh dunia termasuk ke Amerika, ke Indonesia, dan produk yang terkenal itu namanya Mi-Shin dan jadi micin,” katanya.
Ia menjelaskan secara ilmiah MSG merupakan singkatan dari monosodium glutamat yang terdiri dari natrium dan glutamat. Natrium merupakan mineral yang terdapat dalam garam, sedangkan glutamat merupakan salah satu asam amino pembentuk protein.
“Natrium itu mineral yang ada di dalam garam. Glutamat itu asam amino, bagian terkecil dari protein,” ujarnya.
Menurut dr. Benedicta, rasa gurih atau umami dari MSG kini menjadi salah satu cita rasa penting dalam dunia kuliner. Ia menyebut glutamat juga ditemukan secara alami dalam berbagai bahan makanan seperti tomat, jamur, seafood, hingga ASI.
“Rasa umami itu adalah rasa kelima setelah pahit, asin, asam, dan manis,” katanya, menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....