Pentingnya Seribu Hari Pertama Kehidupan untuk Mencegah Stunting

  • 13 Mei 2026 12:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Stunting masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kota Samarinda. Pencegahan stunting tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak awal kehidupan anak. Dalam dialog program Indonesia Sehat Pro1 Radio Republik Indonesia Samarinda, tenaga kesehatan Pusksesmas Juanda, Bidan Afi Kasturi, menjelaskan masa paling penting untuk mencegah stunting adalah pada seribu hari pertama kehidupan.

Menurutnya, seribu hari pertama kehidupan dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Masa tersebut menjadi periode emas bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. “Untuk mengetahui apakah seorang anak berisiko stunting sebenarnya bisa dicegah dari 1.000 hari pertama kelahiran,” ujar Afi kepada RRI, dikutip Rabu 13 Mei 2026.

Ia menjelaskan, persiapan pencegahan stunting bahkan dimulai sebelum kehamilan. Remaja putri dan calon pengantin dianjurkan menjaga kesehatan tubuh serta mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi sebelum menikah. Pemeriksaan kesehatan di puskesmas juga penting dilakukan agar pasangan memiliki kesiapan fisik dan pengetahuan yang cukup sebelum memiliki anak.

Selain itu, ibu hamil wajib memenuhi kebutuhan nutrisi seimbang selama masa kehamilan. Dikatakannya, makanan bergizi tidak hanya sekadar membuat kenyang, tetapi harus mengandung nutrisi lengkap untuk mendukung pertumbuhan janin. “Asupan nutrisinya harus adekuat dan gizi seimbang,” katanya, saat menjelaskan pentingnya pola makan sehat bagi ibu hamil.

Tenaga kesehatan Pusksesmas Juanda, Bidan Afi Kasturi, saat dialog bersama RRI. (Foto: Tangkapan layar youtube RRI Samarinda)

Pemeriksaan kehamilan secara rutin juga menjadi langkah penting dalam mendeteksi risiko kesehatan sejak dini. Ibu hamil dianjurkan memeriksakan kandungan minimal enam kali selama masa kehamilan. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan berat badan, tinggi badan, laboratorium, imunisasi tetanus, hingga pemeriksaan kondisi janin menggunakan USG. Dengan deteksi dini, berbagai gangguan kesehatan dapat segera ditangani sebelum berdampak pada ibu maupun bayi.

Tidak hanya saat hamil, perhatian terhadap kesehatan anak harus terus dilanjutkan setelah bayi lahir. Ia juga menegaskan, bayi perlu mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan pertama karena ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi. “Asupan yang paling bagus itu adalah ASI,” ucapnya.

Ia menambahkan, ASI mengandung nutrisi lengkap, higienis, mudah diberikan, dan sangat penting untuk mendukung daya tahan tubuh bayi. Agar kualitas ASI tetap baik, ibu menyusui juga harus mengonsumsi makanan sehat dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga, terutama suami. Dukungan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Setelah bayi berusia enam bulan, pemberian ASI tetap dilanjutkan dengan tambahan MPASI atau makanan pendamping ASI. MPASI diberikan secara bertahap sesuai usia dan perkembangan anak. Afi mengatakan, bayi membutuhkan asupan tambahan karena aktivitas dan pertumbuhannya semakin meningkat setiap bulan.

Melalui edukasi kesehatan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pencegahan stunting membutuhkan kerja sama seluruh anggota keluarga agar anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....