Panas-Hujan Bergantian, Warga Samarinda Diminta Waspadai Penyakit Musiman
- 11 Mei 2026 10:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Cuaca yang tidak menentu di Kota Samarinda dalam beberapa waktu terakhir dinilai rawan memicu berbagai penyakit, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga diare. Pasalnya, dalam sehari kondisi cuaca bisa berubah drastis dari panas terik menjadi hujan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit di tengah perubahan cuaca ekstrem tersebut.
“Kita menyampaikan agar masyarakat menjaga kesehatan, terutama menjaga daya tahan tubuh. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Memperbanyak makan buah dan sayur serta harus cukup tidur 7 sampai 8 jam,” ujarnya, kepada rri.co.id, Senin, 11 Mei 2026.
| Baca juga: Tips Mandi Sehat untuk Jaga Skin Barrier |
Selain itu, masyarakat juga diimbau memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi saat cuaca panas, termasuk ketika musim hujan. Sebab Ismed menilai, saat hujan turun masyarakat sering kali lupa memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Padahal, kebutuhan cairan tubuh tetap harus terpenuhi agar tidak mudah lemas maupun mengalami dehidrasi saat beraktivitas.
Tak hanya menjaga kesehatan tubuh, Ismed juga mengingatkan masyarakat menyiapkan alat perlindungan diri seperti payung atau jas hujan saat bepergian. Penggunaan masker juga dianjurkan ketika kondisi udara berdebu atau saat mengalami batuk dan pilek.
"Rutin olahraga ringan, jalan kaki, senam, dan bersepeda untuk menjaga kebugaran. Kemudian menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Jadi, rajin cuci tangan dan hindari genangan air untuk mencegah berkembangnya penyakit demam berdarah (DBD)," kata dia, menambahkan.
Ismed menyebut, di antara penyakit yang kerap muncul saat musim pancaroba, ISPA dan diare atau gastroenteritis akut menjadi yang paling sering ditemui kasusnya. Meski begitu, ia memastikan hingga saat ini laporan kasus penyakit musiman di Samarinda masih dalam kondisi aman.
"Kasus itu rutin dilaporkan dalam surveillance penyakit. Nah, yang kita waspadai kalau terjadi peningkatan. Tapi sejauh ini dari laporan yang kita pantau, jumlah penyakit yang ada masih dalam batas-batas terkendali,"ujarnya.
Namun, Ismed mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat seperti demam tinggi, sesak napas, tubuh lemas, atau batuk berkepanjangan. Saat ini, layanan kesehatan dapat diakses melalui 26 puskesmas di Samarinda maupun klinik swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....