Pekerja Lapangan Rentan Heat Stroke akibat Paparan Panas

  • 07 Agt 2026 10:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Paparan panas saat bekerja di luar ruangan dapat meningkatkan risiko heat stroke. Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda awal seperti rasa haus berlebihan, tubuh terasa panas, kelelahan, hingga mulai mengalami kebingungan.

Dokter Anestesi Rumah Sakit Hermina Samarinda, dr. Guruh Perkasa, menjelaskan pekerja yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan perlu melakukan pencegahan, terutama ketika berada dalam kondisi cuaca panas dan tubuh mulai kehilangan banyak cairan.

Menurutnya, sebelum seseorang mengalami kondisi yang lebih berat hingga kehilangan kesadaran, tubuh sebenarnya telah memberikan tanda peringatan yang perlu diperhatikan.

“Sebelum kita blackout pasti ada tanda-tandanya. Salah satunya mungkin dia akan merasa haus, capek, dan tubuhnya merasa cukup panas,” ujarnya dikutip Jumat 7 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, ketika tubuh mulai merasa haus berlebihan, panas, atau mengalami kelelahan, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat dan mengembalikan keseimbangan cairan.

“Jadi kalau bisa jangan sampai ke step linglung. Jadi sudah mulai haus, badannya sudah panas, kepala sudah mulai terasa kencang. Sudah tanda-tanda bahwa Anda harus beristirahat dan coba tambahkan minuman supaya status hidrasinya itu cukup,” katanya.

dr. Guruh menambahkan, menjaga kecukupan cairan penting dilakukan karena cairan dalam tubuh membantu proses pengeluaran panas melalui kulit. Selain itu, masyarakat yang bekerja di bawah paparan matahari juga disarankan mengurangi paparan panas dengan mencari tempat teduh ketika tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan.

“Fungsi dari cairannya itu nanti dia akan membantu jalannya pembuluh darah untuk membuang panas melalui kulit. Mengurangi paparannya itu,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....