Remaja Rentan Seks Bebas, Edukasi HIV dan Seksual Digencarkan di Sekolah Samarinda

  • 14 Apr 2026 17:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Fenomena meningkatnya perilaku seks bebas di kalangan remaja di Kota Samarinda menjadi perhatian serius dalam upaya pencegahan penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS. Pemerintah bersama berbagai pihak terus mendorong penguatan edukasi sejak usia sekolah sebagai langkah preventif.

Hal ini disampaikan Tim Pakar Komisi IV DPRD Samarinda, Masdar John, dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pencegahan dan penanggulangan TBC dan HIV/AIDS yang digelar Selasa 14 April 2026 di Aula Kecamatan Samarinda Ulu.

Masdar mengatakan, berbagai program edukasi sebenarnya telah dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk organisasi masyarakat dan perangkat daerah. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah program edukasi langsung ke sekolah.

“Banyak hal yang sudah dilakukan, termasuk oleh organisasi masyarakat seperti PKK melalui berbagai pokja. Mereka sudah melakukan kegiatan go to school bekerja sama dengan perangkat daerah terkait,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi seperti Dinas Kesehatan, DPPKB, DP2PA, hingga lembaga terkait pencegahan narkoba. Materi yang diberikan mencakup edukasi kesehatan reproduksi, risiko perilaku seksual bebas, serta bahaya penyakit menular.

“Kami memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah supaya mereka lebih mengenal hal tersebut, termasuk bahaya-bahaya yang kemungkinan terjadi. Harapannya, pergaulan bebas bisa ditekan,” katanya.

Ia menilai, tantangan di lapangan tidak hanya berasal dari kurangnya pemahaman remaja, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Salah satu yang disorot adalah maraknya tempat nongkrong seperti kafe yang beroperasi hingga larut malam.

“Banyak kafe buka terlalu malam. Ini memungkinkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan karena anak-anak berkumpul dan akhirnya pulang tidak jelas waktunya,” ucapnya.

Masdar menambahkan, kondisi tersebut berpotensi mendorong perilaku berisiko jika tidak diimbangi dengan pengawasan dan kontrol sosial yang baik. Oleh karena itu, ia mendorong adanya perhatian dari instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap jam operasional tempat hiburan.

Selain itu, ia juga menyoroti tren peningkatan kasus HIV yang perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, edukasi yang tepat sasaran dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk menekan angka penularan di kalangan remaja.

Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan kesadaran generasi muda terhadap kesehatan reproduksi dapat meningkat. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat sekaligus menekan potensi perilaku berisiko di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....