Waspadai Dampak Fisik Overthinking, dari Sakit Kepala hingga Lambung
- 11 Apr 2026 12:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan atau overthinking ternyata bukan hanya masalah kesehatan mental, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan berbagai keluhan fisik. Beban pikiran yang tidak kunjung berhenti dapat menyebabkan tubuh berada dalam kondisi waspada terus-menerus, yang pada gilirannya memicu berbagai reaksi psikosomatik.
Dalam dialog kesehatan di RRI Samarinda, terungkap banyak pasien yang mengeluhkan sakit kepala kronis, pegal-pegal, hingga gangguan pencernaan sebenarnya berakar dari pikiran yang terlalu penuh. Kondisi tubuh yang tegang akibat overthinking membuat sistem saraf bekerja ekstra, sehingga energi fisik terkuras habis meskipun seseorang tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.
Psikolog Klinis IPK Indonesia wilayah Kaltim, Rahel Roroni, memaparkan tubuh manusia memiliki keterkaitan yang kuat dengan kondisi psikis. Saat seseorang overthinking, otak menangkapnya sebagai sinyal bahaya. Hal ini membuat otot menegang dan detak jantung meningkat, yang jika terjadi dalam waktu lama, akan merusak keseimbangan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
"Secara fisik dampaknya bisa kita lihat, kita jadi sakit kepala, bahkan bisa pengaruh ke pencernaan seperti sakit perut atau mual. Tubuh jadi tegang dan gampang lelah karena selalu waspada," ujar Rahel, dikutip Sabtu 11 April 2026. Fenomena ini sering kali tidak disadari oleh masyarakat sebagai dampak dari beban pikiran.
Di era digital, tantangan ini semakin berat dengan adanya media sosial yang menjadi pemicu utama (trigger). Konsumsi informasi yang tidak terbatas sering kali memaksa otak untuk memproses hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan, yang kemudian berujung pada kebiasaan membandingkan diri dan kecemasan sosial.
Sebagai langkah mitigasi, pendekatan melalui relaksasi fisik dianggap sangat efektif. Melakukan hobi, berolahraga secara reguler, dan melatih pernapasan adalah cara-cara sederhana untuk mengistirahatkan saraf yang tegang. Saat kondisi fisik prima dan rileks, otak akan memiliki ruang yang lebih jernih untuk memproses masalah dengan lebih sehat.
Masyarakat dihimbau untuk lebih peka terhadap sinyal yang diberikan oleh tubuh. Munculnya jerawat yang tidak biasa, rambut rontok, atau perubahan kondisi kulit bisa menjadi indikator bahwa seseorang sedang mengalami stres berat akibat overthinking. Mengelola pikiran dengan baik adalah langkah awal menuju hidup yang lebih sehat secara jasmani dan rohani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....