Dinkes Samarinda Kejar Imunisasi, Targetkan Kasus Campak Segera Turun

  • 18 Mar 2026 08:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Kesehatan Kota Samarinda optimistis tren kasus campak akan segera menurun seiring pelaksanaan imunisasi kejar di berbagai fasilitas kesehatan. Saat ini, kasus campak tercatat sekitar 120 kasus dan mayoritas menyerang anak usia balita.

Kepala Dinas Kesehatan Samarinda, dr. Ismed Kusasih, dalam keterangannya di Samarinda, Selasa 17 Maret 2026, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk menekan penyebaran penyakit tersebut. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pelaksanaan program imunisasi kejar di seluruh puskesmas.

“Hampir semua puskesmas sudah melakukan imunisasi kejar untuk melengkapi vaksinasi anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan imunisasi kejar merupakan vaksinasi yang diberikan kepada anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal atau yang status imunisasinya belum lengkap. Program ini bertujuan memastikan setiap anak memperoleh perlindungan optimal terhadap penyakit menular, khususnya campak.

Dalam pelaksanaannya, tenaga kesehatan akan memeriksa riwayat imunisasi anak terlebih dahulu. Setelah itu, vaksin yang belum diterima akan diberikan guna melengkapi kekebalan tubuh anak terhadap penyakit.

Program imunisasi kejar tersebut dilaksanakan melalui posyandu dan puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Samarinda. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi dan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok di masyarakat.

Menurut Ismed, terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok menjadi kunci dalam menekan penyebaran virus campak. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, risiko penularan antarindividu dapat diminimalkan secara signifikan.

Selain itu, Dinas Kesehatan Samarinda juga telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan peningkatan kasus campak kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Edaran tersebut menekankan pentingnya peningkatan deteksi dini, pelaporan kasus, serta edukasi kepada masyarakat.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Mobilitas penduduk antar daerah dinilai berpotensi memicu masuknya kasus dari wilayah lain.

Ismed mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar tidak panik namun tetap memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. “Jika anak mengalami demam dan muncul ruam, segera periksakan ke fasilitas kesehatan. Yang paling penting adalah memastikan imunisasi anak lengkap,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....