Kelola Stres, Langkah Sederhana Lindungi Kesehatan Jantung
- 20 Feb 2026 10:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Gerakan CERDIK dari Kementerian Kesehatan RI menjadi pedoman penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular. Salah satu poin yang sering luput diperhatikan adalah huruf K, yaitu Kelola Stres. Padahal, kemampuan mengelola stres memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh, termasuk kesehatan jantung.
Menurut penjelasan Syifa Mahmud Syukran Akbar dari Rumah Sakit Hermina Samarinda, stres yang tidak dikelola dapat memengaruhi tekanan darah, detak jantung, hingga memicu penyakit kardiovaskular. “Stres itu bisa memicu banyak hal. Tekanan darah naik, jantung bekerja lebih keras, dan itu bisa menjadi pencetus penyakit jantung kalau tidak dikelola dengan baik,” ucap dr. Syifa.
Dalam program Tonight Corner di RRI Pro 2 Samarinda, dr. Syifa juga menekankan bahwa anak muda saat ini menghadapi tekanan hidup yang cukup tinggi. Mulai dari tuntutan pekerjaan, pendidikan, hingga kondisi sosial yang serba cepat. “Banyak anak muda yang stres tapi tidak sadar kalau itu berpengaruh ke jantung. Stres berkepanjangan itu bahaya,” ujarnya.
Mengelola stres bukan berarti menghilangkan semua masalah, melainkan kemampuan menjaga respons tubuh tetap stabil. Mengenali tanda stres seperti mudah lelah, sulit tidur, mudah tersinggung, atau sulit konsentrasi menjadi langkah awal agar masalah tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Ada beberapa cara sederhana untuk mengelola stres. Teknik pernapasan dalam selama 3–5 menit dapat membantu menenangkan sistem saraf. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau stretching juga membantu melepaskan hormon endorfin yang membuat tubuh lebih rileks. “Cari aktivitas yang bikin rileks. Yang penting tubuh tidak tegang terus,” kata dr. Syifa.
Selain itu, mengurangi konsumsi media sosial juga dianjurkan. Paparan informasi berlebihan dapat meningkatkan tekanan mental. Memberi jeda dari layar, mengatur waktu tidur, serta menerapkan rutinitas istirahat secara konsisten mampu menjaga kestabilan emosi dan fisik.
Dukungan orang terdekat juga berperan besar dalam pengelolaan stres. Berbicara dengan keluarga, sahabat, atau rekan kerja dapat mengurangi beban pikiran. Namun, jika stres sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, bantuan profesional seperti psikolog sebaiknya dihubungi lebih awal.
Mengelola stres bukan hanya tentang kesehatan mental, tetapi juga bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung. Dengan menerapkan perilaku CERDIK, terutama pada aspek Kelola Stres, masyarakat diharapkan dapat menjaga kualitas hidup yang lebih baik, lebih produktif, dan terhindar dari risiko penyakit tidak menular.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....