Tips Mengendalikan Gangguan Kecemasan Melalui Terapi dan Gaya Hidup

  • 20 Jun 2026 21:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Gangguan kecemasan (anxiety disorder) bukanlah sebuah vonis akhir yang tidak bisa disembuhkan. Melalui kombinasi terapi medis yang tepat dan penerapan gaya hidup sehat, penderita gangguan kecemasan dapat kembali hidup produktif.

Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa RSJD Atma Husada Mahakam Kaltim, dr. Nurulita, Sp.KJ, menjelaskan bahwa penanganan kecemasan bisa dimulai secara mandiri. Langkah awal yang bisa diupayakan di rumah meliputi teknik peredaan ketegangan otot dan pikiran.

"Kita boleh mengupayakan diri dulu untuk mengatasi kecemasannya, misalnya dengan teknik grounding, teknik relaksasi napas," ujar dr. Nurulita pada Kami, 4 Juni 2026. Aktivitas fisik secara rutin juga sangat disarankan untuk membantu membakar hormon stres dalam tubuh.

Olahraga ringan seperti jogging pagi, yoga, atau berenang terbukti efektif membantu meredakan ketegangan psikis. Selain itu, penderita juga disarankan melakukan hobi yang disukai sebagai bentuk healing atau penyegaran pikiran.

Namun, jika usaha mandiri belum membuahkan hasil, bantuan profesional melalui terapi medis dan psikologis mutlak diperlukan. Dokter biasanya akan menegakkan diagnosis terlebih dahulu melalui wawancara klinis sebelum menentukan langkah terapi.

"Kombinasi terapi yang paling baik adalah kombinasi terapi obat dan non-obat," kata dr. Nurulita. Terapi non-obat bisa berupa Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bersama psikolog, sementara psikiater memberikan dukungan farmakologis melalui obat-obatan.

Kepatuhan penderita dalam menjalani pengobatan secara berkelanjutan menjadi kunci utama dari kesembuhan atau kontrol emosi yang baik. Penderita juga wajib menghindari zat pemicu seperti alkohol, narkoba, serta menjaga kualitas tidur malam yang cukup.

Masyarakat diharapkan tidak lagi menyepelekan gangguan kecemasan dan mulai membangun gaya hidup yang sehat jiwa dan raga. "Upaya sembuh mereda kondisi kecemasannya, asalkan rutin pengobatan ya membaik, intinya seperti itu membaik, mereda, dan terkendali," ujarnya sebagai penutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....