CKG di UPTD Puskesmas Sempaja Tetap Berjalan saat Ramadan
- 20 Feb 2026 09:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPTD Puskesmas Sempaja tetap berjalan selama bulan Ramadan. Layanan pemeriksaan kesehatan dasar yang menjadi program prioritas Presiden Republik Indonesia ini terus dimanfaatkan masyarakat, khususnya warga Sempaja, Samarinda Utara, untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit.
Kepala UPTD Puskesmas Sempaja, Emma Ariani, mengatakan tidak ada penghentian layanan selama Ramadan. Penyesuaian hanya pada jam pelayanan mengikuti ketentuan jam kerja Puskesmas. “Senin sampai Kamis pelayanan mulai pukul 08.00 hingga 14.30 WITA, pendaftaran sampai pukul 11.00. Untuk Jumat dan Sabtu, karena jam kerja lebih singkat, pendaftaran dari pukul 08.00 sampai 10.00. CKG mengikuti jam tersebut,” ujarnya kepada rri.co.id, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menegaskan jumlah tenaga kesehatan tetap seperti biasa. Tidak ada pengurangan petugas, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Program ini juga tidak membatasi kuota harian. “Kalau ada warga datang dan ingin CKG, silakan. Bahkan kalau ada pasien kontrol ringan seperti cek tensi atau batuk biasa, kami tawarkan sekalian ikut CKG,” ucapnya.
Emma menjelaskan, tujuan utama CKG adalah skrining atau deteksi dini. Pemeriksaan yang dilakukan bersifat dasar, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, serta pengisian skrining risiko penyakit tertentu termasuk kesehatan jiwa dan penyakit hati. Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan, barulah dilakukan pemeriksaan lanjutan.
“Banyak masyarakat yang mengira CKG seperti medical check-up lengkap untuk melamar kerja. Padahal tidak seperti itu. CKG itu pemeriksaan dasar. Kalau gula darah tinggi, baru kami lanjutkan pemeriksaan lain seperti rekam jantung. Kalau semua hasil bagus, artinya peserta sehat dan itu seharusnya menjadi kabar baik,” ujarnya.
Dari sisi sosialisasi, Puskesmas Sempaja aktif menyampaikan informasi CKG melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Wilayah Sempaja yang dekat dengan kawasan kampus Universitas Mulawarman membuat banyak mahasiswa tinggal di sekitar Puskesmas. Kondisi ini mendorong antusiasme generasi muda untuk memanfaatkan layanan kesehatan.
“Anak-anak muda cepat mendapat informasi, termasuk dari media sosial. Antusiasme mereka cukup tinggi. Namun seringkali ekspektasinya terlalu tinggi karena mengira CKG itu seperti MCU lengkap. Setelah memahami bahwa CKG merupakan skrining dasar, mereka tetap memanfaatkan layanan ini untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara dini,” kata Emma.
Ia menambahkan, saat ini masyarakat tidak lagi harus menunggu tanggal lahir untuk mengikuti CKG. Warga dapat memanfaatkan layanan satu kali dalam setahun di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), termasuk Puskesmas. Bahkan peserta BPJS yang terdaftar di klinik tetap bisa mengakses CKG di Puskesmas terdekat.
Menurut Emma, pemeriksaan rutin memiliki sejumlah manfaat, antara lain mengetahui kondisi tubuh lebih dini, memudahkan penanganan jika ditemukan masalah kesehatan, serta memberikan panduan menjaga pola hidup sehat. “Semakin cepat diketahui, semakin mudah ditangani. Itu inti dari CKG,” ucapnya.
Dengan tetap berjalannya layanan selama Ramadan, Puskesmas Sempaja berharap kesadaran masyarakat Sempaja dan Samarinda Utara terhadap pentingnya skrining kesehatan semakin meningkat, sehingga pencegahan penyakit bisa dilakukan sejak dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....