Peran Ayah dan Dukungan Keluarga Penting dalam Keberhasilan ASI Eksklusif

  • 13 Mei 2026 12:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Keberhasilan pemberian ASI eksklusif tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari keluarga, terutama suami. Hal itu disampaikan tenaga kesehatan Puskesmas Juanda Samarinda, Bidan Afi Kasturi, saat dialog bersama RRI dalam program Indonesia Sehat. Ia menegaskan, peran ayah sangat penting dalam mendukung kelancaran proses menyusui sekaligus mencegah stunting pada anak.

Dalam sesi tanya jawab, seorang pendengar dari Kutai Barat, Arianto, menanyakan alasan seorang ibu terkadang enggan menyusui bayinya. Menanggapi hal tersebut, Afi menjelaskan ada banyak faktor yang memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari kesiapan mental hingga kurangnya informasi tentang menyusui. “Menyusui itu awalnya dari kesiapan sejak masa kehamilan,” ujarnya, dikutip Rabu 13 Mei 2026.

Ia mengatakan sebagian ibu, terutama yang baru pertama kali melahirkan, sering merasa bingung dalam merawat bayi. Kondisi tersebut membuat ibu membutuhkan pendampingan dan dukungan dari keluarga agar lebih percaya diri dalam memberikan ASI kepada anaknya. Menurutnya, edukasi mengenai cara menyusui yang benar harus diberikan sejak masa kehamilan.

Selain dukungan emosional, asupan makanan ibu menyusui juga berpengaruh terhadap kualitas dan produksi ASI. Ia menjelaskan, ibu menyusui diperbolehkan mengonsumsi berbagai jenis makanan selama tidak memiliki riwayat alergi dan proses pengolahannya higienis. “Semua jenis makanan untuk ibu menyusui boleh dimakan asalkan tidak punya riwayat alergi,” katanya.

Tenaga kesehatan Puskesmas Juanda Samarinda, Bidan Afi Kasturi, saat dialog bersama RRI dalam program Indonesia Sehat. (Foto: Tangkapan layar youtube RRI Samarinda)

Ia juga menyarankan ibu menyusui untuk mengonsumsi makanan tinggi protein hewani dan sayuran hijau guna membantu menjaga kesehatan tubuh serta mendukung produksi ASI. Di sisi lain, kebersihan makanan dan sanitasi lingkungan juga perlu diperhatikan karena berhubungan langsung dengan pencegahan stunting pada anak.

Dalam penjelasannya, Afi juga turut mengingatkan agar ibu tidak langsung mengonsumsi kopi, teh, atau minuman bersoda setelah makan. Menurutnya, minuman tersebut dapat menghambat penyerapan nutrisi dari makanan yang telah dikonsumsi. Ia menyarankan agar ibu lebih banyak mengonsumsi air putih demi menjaga kondisi tubuh selama menyusui.

Topik lain yang dibahas ialah mengenai batas usia menyusui anak. Ia menjelaskan dalam ajaran Islam, pemberian ASI dianjurkan hingga usia dua tahun. Setelah usia tersebut, anak umumnya sudah mampu makan secara mandiri sehingga proses menyusui perlu dihentikan secara bertahap. “Setelah dua tahun, anak sudah mulai belajar mandiri,” ucapnya.

Ia menambahkan, proses menyapih memang sering menjadi tantangan bagi orang tua karena rasa tidak tega ketika anak menangis. Namun, proses tersebut tetap penting dilakukan agar anak dapat belajar mandiri dan berkembang sesuai tahap usianya.

Melalui edukasi kesehatan seperti ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan bergizi, tetapi juga dukungan keluarga, pola asuh yang tepat, serta keberhasilan pemberian ASI eksklusif sejak dini. Dengan kerja sama seluruh anggota keluarga, anak-anak Indonesia dapat tumbuh lebih sehat dan berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....