Amankah Berolahraga di Malam Hari? Ini Penjelasannya
- 19 Feb 2026 13:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Olahraga memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan tubuh, mulai dari meningkatkan stamina, memperkuat otot, hingga menjaga kesehatan jantung. Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibahas: apakah olahraga di malam hari aman dilakukan? Fenomena ini kerap ditemui pada masyarakat yang memiliki waktu luang hanya setelah bekerja.
Menurut penjelasan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Rumah Sakit Hermina Samarinda, Syifa Mahmud Syukran Akbar, olahraga malam sebenarnya tidak berbahaya, namun ada risiko yang perlu diwaspadai. Salah satu contoh adalah olahraga intensitas tinggi seperti bulu tangkis yang dilakukan setelah seharian bekerja. “Misal dia sudah kerja seharian, kemudian hanya ada waktu berolahraga di malam hari, tapi mainnya serius banget. Tubuh tidak bisa kompensasi, tercetuslah serangan jantung itu,” kata dr. Syifa.
Ia menambahkan, tidak semua kasus dipicu oleh serangan jantung secara langsung. Beberapa kondisi justru berkaitan dengan penyakit bawaan atau faktor genetik yang sebelumnya tidak diketahui, sehingga memicu gangguan irama jantung yang berbahaya bahkan hingga menyebabkan kejang. “Yang berbahaya dan mematikan tapi tidak segera tertolong pada saat itu adalah hal-hal seperti ini,” katanya.
Meski demikian, olahraga malam tetap dapat dilakukan dengan aman selama memperhatikan waktu dan intensitas. Waktu terbaik untuk berolahraga pada malam hari adalah 2–4 jam sebelum tidur. Aktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang seperti yoga, jalan santai, atau berenang menjadi pilihan yang lebih tepat karena tidak terlalu membebani kerja jantung setelah aktivitas harian.
| Baca juga: Tips Mandi Sehat untuk Jaga Skin Barrier |
Selain itu, pemanasan sebelum olahraga sangat penting untuk mencegah cedera dan membantu tubuh menyesuaikan ritme aktivitas fisik. Setelah latihan, pendinginan juga tidak boleh dilewatkan karena membantu menurunkan detak jantung secara bertahap dan membuat otot lebih rileks.
Perhatian lain yang tak kalah penting adalah asupan nutrisi. Menghindari makan berat atau makanan berlemak tinggi sebelum latihan sangat disarankan. Sebagai gantinya, konsumsi camilan ringan seperti buah, yogurt, atau smoothie sekitar 30 menit sebelum olahraga dapat memberikan energi yang cukup tanpa membuat tubuh terasa berat.
Tetap menjaga hidrasi juga berperan besar dalam mendukung fungsi tubuh selama beraktivitas. Kekurangan cairan dapat memengaruhi detak jantung dan stamina, sehingga minum air sebelum, selama, dan setelah berolahraga menjadi langkah penting agar tubuh tetap bugar.
Dengan memperhatikan waktu, intensitas, pemanasan, nutrisi, serta kebutuhan cairan, olahraga malam tetap dapat menjadi aktivitas sehat yang aman dilakukan. Kesadaran akan kondisi tubuh dan pola hidup yang seimbang menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan jantung, terutama bagi masyarakat yang hanya memiliki waktu berolahraga di malam hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....