Tips Mandi Sehat untuk Jaga Skin Barrier

  • 10 Jun 2026 07:25 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menjaga kesehatan kulit tidak hanya bergantung pada produk perawatan yang digunakan, tetapi juga pada kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Salah satunya adalah cara mandi yang benar. Dalam sebuah diskusi di kanal youtube Raditya Dika, dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, Arlene Rainamira, menjelaskan suhu dan durasi mandi memiliki pengaruh besar terhadap kondisi skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Menurut Arlene, suhu air mandi yang ideal berada pada kisaran suhu tubuh manusia. Air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga membuat kulit lebih mudah kering dan mengalami iritasi. "Idealnya mandi menggunakan air bersuhu sekitar 36 sampai 37 derajat Celsius atau suam-suam kuku," ujar Arlene, dikutip Rabu 10 Juni 2026.

Selain suhu air, durasi mandi juga perlu diperhatikan. Banyak orang terbiasa berendam atau mandi terlalu lama tanpa menyadari dampaknya terhadap kesehatan kulit. "Sebaiknya mandi tidak lebih dari 10 menit," katanya.

Ia menjelaskan air dapat bertindak sebagai iritan lemah apabila kulit terlalu lama terpapar, sehingga berpotensi menyebabkan kulit kering, gatal, dan kehilangan kelembapan alami.

Fenomena kulit yang terlihat keriput atau kisut setelah berenang dalam waktu lama merupakan salah satu contoh dampak paparan air yang berlebihan. Kondisi tersebut menunjukkan lapisan pelindung kulit sedang mengalami tekanan akibat kontak terus-menerus dengan air. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan kelembapan kulit menjadi langkah penting untuk mempertahankan fungsi skin barrier.

Dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, Arlene Rainamira, saat menjelaskan cara perawatan skin barrier. (Foto: Youtube Raditya Dika)

Setelah mandi, penggunaan pelembap menjadi tahap yang tidak boleh dilewatkan. Ia menyarankan agar pelembap diaplikasikan dalam waktu tiga menit setelah mandi. Langkah sederhana ini membantu mencegah penguapan air dari permukaan kulit sekaligus memperkuat fungsi skin barrier. "Pelembap sebaiknya digunakan saat kulit masih lembap agar kelembapan dapat terkunci dengan baik di dalam kulit," ucapnya.

Frekuensi penggunaan pelembap juga perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Bagi individu yang memiliki masalah kulit kering atau gangguan skin barrier, penggunaan pelembap dapat dilakukan hingga tiga atau empat kali sehari. Perawatan ini tidak hanya ditujukan untuk wajah, tetapi juga seluruh bagian tubuh yang rentan mengalami kekeringan.

Banyak orang fokus merawat wajah, tetapi sering melupakan kesehatan kulit tubuh secara keseluruhan. Padahal, sebagian besar permukaan kulit manusia berada pada area tubuh selain wajah. Oleh karena itu, penggunaan pelembap secara merata dapat membantu menjaga kelembapan dan mencegah berbagai masalah kulit yang muncul akibat skin barrier yang melemah.

Selain membahas perawatan kulit, diskusi tersebut juga menyinggung fenomena jerawat punggung yang sering dialami oleh pelari dan penggemar olahraga angkat beban. Banyak orang mengaitkan kondisi ini dengan konsumsi suplemen tertentu. Namun, menurut penjelasan para narasumber, faktor lingkungan dan kebiasaan setelah berolahraga juga memiliki peran yang besar.

"Keringat yang menumpuk, gesekan pakaian olahraga, serta paparan polusi dapat menyumbat pori-pori dan memicu peradangan pada kulit," kata Arlene. Kombinasi faktor tersebut dapat menyebabkan munculnya komedo, jerawat meradang, bahkan jerawat bernanah pada area punggung.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan tubuh setelah berolahraga menjadi langkah penting untuk mencegah jerawat punggung. Mandi segera setelah aktivitas fisik membantu membersihkan keringat, minyak, dan kotoran yang menempel pada kulit. Dengan kebiasaan yang tepat, risiko timbulnya masalah kulit akibat olahraga dapat diminimalkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....