Pemprov Kaltim Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental

  • 16 Feb 2026 13:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan, kesehatan tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mental dan psikologis sebagai fondasi kualitas sumber daya manusia. Penegasan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Wilayah Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Kalimantan Timur yang digelar secara virtual, Senin, 16 Februari 2026.

Transformasi daerah seiring kehadiran Ibu Kota Nusantara menghadirkan dinamika sosial yang semakin kompleks. Mobilitas penduduk, tekanan sosial ekonomi, serta tuntutan hidup modern dinilai berpengaruh terhadap kondisi kesehatan mental masyarakat.

Mewakili gubernur, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kaltim, Ivan Hariyadi Hardjo Widjojo, menegaskan kesehatan mental merupakan bagian integral dari pembangunan manusia berkelanjutan. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan di lapangan yang perlu diatasi bersama.

Ia mengatakan kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan, terutama peran organisasi profesi dalam memperkuat layanan kesehatan mental. “Kondisi ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, terutama peran aktif organisasi profesi seperti IPK Indonesia untuk mengikis hambatan-hambatan tersebut,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga menyoroti ancaman terhadap kesehatan mental anak dan remaja. Perubahan sosial yang cepat, pengaruh teknologi digital, hingga dinamika keluarga dan ekonomi dinilai berpotensi memengaruhi tumbuh kembang generasi muda.

Upaya membangun Generasi Emas Kaltim yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing dinilai tidak dapat dilepaskan dari perhatian terhadap kesehatan mental. Karena itu, aspek psikologis dipandang harus menjadi pilar penting dalam pembangunan kesehatan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPK Indonesia, Raden Ajeng Retno Kumolohadi, menyebut musyawarah wilayah menjadi momentum strategis menguatkan organisasi. Forum ini juga menjadi ruang evaluasi program kerja pengurus periode sebelumnya sekaligus merumuskan langkah penyempurnaan ke depan.

“Muswil bukan sekadar seremoni, melainkan proses evaluasi atas program kerja pengurus periode sebelumnya. Di sini, kita merumuskan langkah penyempurnaan agar organisasi tetap relevan dalam mengimbangi pesatnya perkembangan zaman,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, IPK Indonesia Wilayah Kalimantan Timur diharapkan mampu menghadirkan terobosan program yang menjangkau lebih luas lapisan masyarakat. Kehadiran psikolog klinis dinilai penting dalam upaya promotif, preventif, hingga kuratif kesehatan mental di Bumi Etam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....