RSUD AWS Samarinda Matangkan Kesiapan Gedung Pandurata

  • 10 Feb 2026 10:50 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Manajemen RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) terus mematangkan kesiapan Gedung Pandurata agar segera difungsikan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Persiapan difokuskan pada pemeliharaan bangunan serta pemenuhan sarana penunjang operasional.

Plt Direktur RSUD AWS, Nurliana Adriati Noor, mengatakan koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum selaku pihak yang menangani pembangunan fisik gedung. Langkah tersebut ditempuh agar target pemanfaatan gedung pada Juni atau Juli 2026 dapat terealisasi.

Dalam keterangannya ia menyampaikan sebagian besar ruang pelayanan di Gedung Pandurata sebenarnya sudah siap digunakan. “Kalau dilihat dari lantai satu sampai enam yang akan difungsikan, mayoritas sudah siap. Tinggal penyempurnaan akses dan kelengkapan alat kesehatan,” ujarnya, Senin 9 Februari 2026.

Ia menjelaskan sejumlah fasilitas dari gedung lama juga akan dimanfaatkan kembali, seperti tempat tidur pasien dan lemari yang masih layak pakai. Peralatan tersebut dinilai masih memenuhi standar pelayanan sehingga dapat menunjang operasional di gedung baru.

Terkait sorotan mengenai ukuran pintu ruangan, ia menilai hal itu berkaitan dengan sistem mobilisasi pasien yang digunakan rumah sakit. RSUD AWS menggunakan tempat tidur pasien sebagai alat transportasi utama sehingga membutuhkan ruang gerak yang lebih luas. “Tempat tidur pasien digunakan untuk mobilisasi, jadi dimensinya lebih besar. Karena itu pintu perlu menyesuaikan agar pergerakan pasien lebih cepat dan aman,” ucapnya.

Ia menambahkan berbagai catatan teknis seperti struktur plafon dan beberapa bagian bangunan telah dibahas bersama pihak PU dan kontraktor. Hasil evaluasi tersebut masuk dalam rencana pemeliharaan selama kurang lebih enam bulan dengan melibatkan tim pemerintah provinsi termasuk BPKAD dan Bappeda.

Selain aspek fisik, RSUD AWS juga menyusun kebutuhan alat kesehatan untuk menunjang operasional Gedung Pandurata sekaligus meningkatkan kualitas layanan. Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang menekankan sistem rujukan berbasis kompetensi layanan.

Dalam kebijakan tersebut kompetensi layanan dibagi menjadi beberapa tingkat mulai dasar hingga paripurna. Sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Timur, RSUD AWS ditargetkan mampu memenuhi standar layanan paripurna dengan dukungan alat kesehatan yang memadai.

Ia menyebut kebutuhan alat kesehatan untuk mendukung 24 layanan paripurna diperkirakan mencapai sekitar Rp200 miliar. “Sementara anggaran yang sudah tersedia melalui Dinas Kesehatan sekitar Rp150 miliar untuk Pandurata dan penunjangnya,” katanya.

Manajemen RSUD AWS berharap pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Dengan demikian seluruh layanan kesehatan dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.​

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....