PSC 119 Doctor On Call Samarinda Catat Respons Panggilan Terbaik Nasional

  • 22 Mei 2026 14:51 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Layanan Public Safety Center (PSC) 119 Doctor On Call Kota Samarinda meraih predikat terbaik pertama nasional untuk rasio keberhasilan panggilan pada Maret dan April 2026. Bahkan, capaian tersebut berada di atas DKI Jakarta dengan rasio keberhasilan mencapai 98,02 persen pada April 2026 dan meningkat menjadi 100 persen pada Mei 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja tim Doctor On Call yang selama hampir empat tahun menjalankan program prioritas Pemerintah Kota Samarinda di bidang layanan kedaruratan medis.

“Penerimaan masyarakat terhadap program ini sangat baik. Itu terlihat dari meningkatnya panggilan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kedaruratan medik dari tahun ke tahun,” ujarnya, kepada rri.co.id, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Ismed, jumlah panggilan PSC 119 Doctor On Call terus mengalami peningkatan sejak pertama berjalan. Pada 2022, jumlah panggilan tercatat sekitar 700 kasus, kemudian meningkat menjadi sekitar 2.000 panggilan pada 2023 dan lebih dari 3.000 panggilan pada 2024 hingga 2025.

Sementara pada 2026, hingga April jumlah panggilan sudah mendekati 2.000 kasus. Ismed pun memperkirakan, rata-rata dalam satu bulan terdapat sekitar 200 hingga 300 panggilan kedaruratan medis yang masuk ke layanan tersebut.

“Setiap panggilan tercatat secara nasional melalui sistem 119 Kementerian Kesehatan, lalu ditindaklanjuti sampai selesai, baik ditangani di tempat maupun dirujuk,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tingginya rasio keberhasilan panggilan menunjukkan kesiapan tim dalam merespons laporan masyarakat selama 24 jam penuh. Selain itu, Samarinda juga mulai menjadi rujukan pembelajaran bagi sejumlah PSC 119 dari daerah lain.

Seperti dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang pada Rabu, 20 Mei 2026 berkunjung ke Kota Tepian untuk mempelajari layanan Doctor On Call dari masa merintis hingga meraih berbagai penghargaan bergengsi tingkat nasional.

Baca Juga: Gangguan Kesadaran dan Hipoglikemia Dominasi Kasus Darurat Samarinda

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Mayoritas kasus yang ditangani PSC 119 Doctor On Call Samarinda, lanjut Ismed, didominasi kasus non-trauma, seperti serangan jantung, stroke, gangguan pernapasan, hingga kondisi kedaruratan medis lainnya. Sedangkan, kasus trauma juga tetap ditangani sesuai tingkat kegawatdaruratannya.

Dalam operasionalnya, layanan tersebut didukung tenaga profesional mulai dari dokter, paramedis hingga pengemudi ambulans yang telah mendapat pelatihan khusus. Petugas juga memilah kondisi pasien apakah dapat ditangani langsung di lokasi atau harus dirujuk ke fasilitas kesehatan.

“Ambulans kita bukan hanya ambulans transport biasa. Kami punya dua unit ambulans standar ICU transport yang saat ini berfungsi dengan baik,” ujar Ismed.

Untuk menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya jumlah panggilan, Dinas Kesehatan Kota Samarinda rutin melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pelatihan diberikan tidak hanya untuk kompetensi medis, tetapi juga kemampuan nonmedis seperti teknik komunikasi operator dan keterampilan pengemudi ambulans.

Menurut Ismed, peningkatan jumlah panggilan justru menjadi indikator bahwa masyarakat semakin percaya terhadap layanan PSC 119 Doctor On Call Samarinda.

“Prinsipnya sederhana, ketika tingkat panggilan meningkat dari tahun ke tahun, itu menandakan program ini berhasil. Apalagi layanan ini gratis dan disediakan pemerintah untuk akses kedaruratan medis selama 24 jam,” kata Ismed, mengakhiri.

Baca Juga: Layanan Doctor On Call, Pertolongan Medis Cepat untuk Warga Samarinda tanpa Biaya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....