Sekolah Rakyat 58 Samarinda Gelar CKG Tahap Kedua
- 09 Feb 2026 13:54 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 melaksanakan pemeriksaan cek kesehatan gratis (CKG) tahap kedua di Jalan Erry Suparjan, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Senin 9 Februari 2026 pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini menyasar siswa yang belum mengikuti pemeriksaan kesehatan pada tahap awal.
Wakil Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Bidang Humas, Yunita Ainur Rizkiah, mengatakan CKG tahap dua dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan Puskesmas Sempaja sebagai wilayah kerja setempat.
"Ini CKG tahap kedua. Yang pertama sudah dilakukan di awal kegiatan belajar mengajar pada Oktober 2025, yang sekarang untuk siswa yang belum CKG ada,” ujar Yunita.
Ia menjelaskan, pada tahap awal jumlah siswa yang mengikuti CKG sekitar 40 orang. Seiring berjalannya waktu, jumlah siswa bertambah sehingga pada tahap dua CKG, ada sekitar 15 siswa yang menjalani pemeriksaan kesehatan.
Selain pemeriksaan fisik, siswa juga mendapatkan tambahan layanan berupa pemberian vitamin gigi. Layanan ini diberikan setelah evaluasi menunjukkan banyak siswa yang sering mengalami gangguan kesehatan.
"Karena selama evaluasi 5 bulan ini banyak siswa yang sering sakit, sakit gigi terutama. Akhirnya diberikan tambahan pelayanan, kerja sama dari pihak Dinas Kesehatan dengan Universitas Mulawarman," ucap Yunita.
Tim kesehatan Puskesmas Sempaja juga melakukan pemeriksaan tingkat kelembaban dan polutan di lingkungan Sekolah Rakyat 58. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari keluhan kesehatan yang dialami siswa.
Hasil pemeriksaan menunjukkan, beberapa titik di sekolah memiliki tingkat kelembaban cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan penataan ulang sirkulasi udara.
"Evaluasi untuk kami, jendela dan gorden sering dibuka supaya cahaya masuk dan kelembaban berkurang,” ujar Yunita.
Dari hasil CKG, siswa yang ditemukan memiliki keluhan tertentu nantinya langsung diarahkan untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Beberapa siswa, kata Yuni, bahkan telah dirujuk ke rumah sakit karena mengalami keluhan di bagian leher serta batuk berkepanjangan.
“Kalau ada yang perlu dirujuk, langsung kami tindaklanjuti. Hari ini juga ada yang dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Perawat Puskesmas Sempaja, Watini Sitohang, menjelaskan pemeriksaan CKG juga menyasar para guru. Khusus untuk tenaga pendidik, pemeriksaannya terdiri dari antropometri, skrining kesehatan, kesehatan keluarga, kesehatan mental, gula darah, tekanan darah, hingga gigi dan mulut.
"Kalau untuk pelajar itu agak sedikit berbeda ya pemeriksaannya, enggak sama dengan untuk dewasa, karena dewasa itu lebih kompleks ada gula, jantung, paru-paru" kata Watini.
Ia mengungkapkan, seluruh hasil pemeriksaan akan dicatat dalam sistem digital milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yakni Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK). Para peserta juga akan mendapatkan pesan pemberitahuan telah melakukan CKG via WhatsApp dari Kemenkes.
"Nanti dari situ juga ada hasil, bagaimana hasil pemeriksaannya yang tadi apakah normal atau tidak seperti itu. Kalau ada indikasi, nanti dirujuk," ucap Watini, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....