Ketahui Penyebab Kematian Mendadak Saat Berolahraga
- 14 Des 2024 22:40 WIB
- Samarinda
KBRN,Samarinda: Kematian mendadak saat berolahraga merupakan fenomena yang jarang terjadi, tetapi menjadi perhatian karena sering melibatkan individu yang terlihat sehat. Kematian mendadak tersebut terjadi akibat gangguan jantung yang dikenal dengan sudden cardiac death atau kematian jantung mendadak.
Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kematian jantung mendadak merupakan penyebab kematian medis yang paling sering terjadi pada atlet, dan diperkirakan terjadi antara 1 dari 40.000 hingga 1 dari 80.000 atlet per tahun.
Meskipun kematian jantung mendadak merupakan kejadian yang jarang terjadi, tetapi dampaknya yang besar terhadap komunitas sekitarnya membuat perlu adanya upaya untuk lebih memahami penyebab kematian jantung mendadak pada atlet dan menemukan strategi pencegahan yang optimal.
Menanggapi kasus kematian jantung mendadak saat berolahraga, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Muhammad Dedy Pratama, Sp.Jp FIHA mengatakan hal tersebut diakibatkan karena pasien tidak kenal faktor risiko dan tidak mempersiapkan dengan baik pra, durante dan post olahraga.
“Bijaklah mempersiapkan pra, durante dan post olahraga. Kenali apakah ada faktor risiko seperti hipertensi, obesitas, stress, lelah, merokok atau pecandu kopi. Dan jangan memaksakan diri untuk berolahraga setelah bekerja berat atau kurang tidur sebelumnya. Demikian setelah berolahraga jangan begadang, “pesan dr. Dedy.
Menurut dr. Dedy tidak ada hubungan signifikan olahraga di malam hari dengan kasus kematian mendadak selama mempersiapkan pra, durante dan post olahraga. Namun ia menyarankan sebaiknya olahraga dilakukan di pagi hari.
“Sebaiknya lakukan olahraga di pagi hari, karena pada malam hari saatnya aliran darah balik ke jantung sedang banyak atau sedang terjadi venous return. Jantung yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh, pada malam hari justru sedang terjadi aliran balik. Dengan persiapan yang salah, olahraga dengan beban berat sehingga denyut jantung yang kencang bisa mengakibatkan collaps,” terang dr. Dedy.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang bertugas di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (RS SMC) ini mengatakan jika sudah didiagnosa mengidap penyakit jantung maka sebaiknya lakukan olahraga sesuai petunjuk dokter.
“Olahraga yang baik untuk pasien sesuai guidelines European Society of Cardiology adalah olahraga kardio dan olahraga resistance atau angkat beban. Lakukan olahraga kardio 3-4 kali per minggu dengan durasi 30-40 menit, dibarengi olahraga angkat beban 1-2 kali per minggu, “saran dr. Dedy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....