Vaksin HPV Jadi Langkah Efektif Cegah Kanker Serviks sejak Usia Muda

  • 16 Jul 2026 09:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kasus kanker serviks di Indonesia masih menjadi perhatian serius di dunia kesehatan. Penyakit yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) ini menempati urutan kedua sebagai kanker dengan angka kejadian tertinggi pada perempuan setelah kanker payudara. Para ahli menilai, edukasi mengenai HPV perlu diberikan sejak usia muda agar masyarakat memahami pentingnya pencegahan melalui vaksinasi dan perilaku hidup sehat.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Hermina Samarinda, Ery Sri Natalia, menjelaskan HPV merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Penularan dapat terjadi melalui kontak kulit maupun selaput lendir sehingga termasuk dalam kelompok penyakit menular seksual (PMS).

"HPV atau Human Papillomavirus ditularkan melalui hubungan seksual, baik melalui kontak kulit maupun selaput lendir. Virus ini merupakan penyebab utama kanker serviks yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan setelah kanker payudara," ujar Ery Sri Natalia.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dari infeksi HPV adalah gejalanya yang tidak langsung muncul. Seseorang dapat terinfeksi virus tersebut tanpa menyadarinya selama bertahun-tahun hingga akhirnya berkembang menjadi kanker serviks.

"Infeksi HPV bisa terjadi tanpa gejala. Penyakitnya baru bisa muncul sekitar 15 hingga 20 tahun kemudian. Karena itu, perilaku hidup seseorang saat masih muda akan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya di masa depan," katanya.

Dirinya menegaskan, hingga saat ini belum ada terapi yang dapat menghilangkan infeksi HPV secara langsung. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah melakukan pencegahan sebelum seseorang terpapar virus melalui vaksinasi.

"Kalau virus ini sudah menginfeksi tubuh, kita tidak bisa menghilangkannya. Karena itu vaksin menjadi cara terbaik untuk mencegah infeksi yang dapat berkembang menjadi kanker serviks," ucapnya.

Ia menambahkan, vaksin HPV memberikan respons kekebalan tubuh yang lebih baik apabila diberikan pada usia muda. Saat ini vaksin direkomendasikan mulai usia 9 hingga 15 tahun karena pada rentang usia tersebut tubuh mampu membentuk antibodi secara optimal sebagai perlindungan terhadap infeksi HPV.

"Vaksin yang diberikan pada usia muda akan membentuk antibodi yang lebih kuat dibandingkan jika diberikan saat usia lebih tua. Itulah mengapa anak muda perlu mengetahui pentingnya vaksin HPV sebelum memasuki usia aktif secara seksual," ucap Ery Sri Natalia.

Selain vaksinasi, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang bertanggung jawab juga menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kejadian kanker serviks. Menurutnya, pemahaman yang baik sejak dini dapat membantu generasi muda mengambil keputusan yang lebih sehat di masa depan.

Data yang disampaikannya menunjukkan, beban kanker serviks di Indonesia masih cukup tinggi. Setiap tahun tercatat sekitar 36 ribu kasus baru dengan angka kematian mencapai 21 ribu jiwa. Angka kejadiannya mencapai 23,4 kasus per 100 ribu penduduk. Kondisi tersebut menjadi alasan kuat mengapa vaksin HPV dan edukasi kesehatan reproduksi perlu terus digencarkan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....