Pemalsuan Sinyal Satelit Dinilai Lebih Berbahaya bagi Penerbangan
- 30 Sep 2026 19:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa menilai pemalsuan sinyal satelit lebih berbahaya daripada gangguan biasa. Penilaian tersebut muncul setelah insiden gangguan navigasi satelit meningkat tajam di banyak kawasan dunia sejak tahun 2022.
Lembaga itu menerbitkan pembaruan terbaru buletin keselamatan navigasi udara pada Jumat, 3 Juli 2026. Edisi keempat dokumen itu menempatkan pemalsuan sinyal sebagai risiko paling serius bagi keselamatan penerbangan sipil. Gangguan sinyal biasa disebut lebih mudah dikenali pilot dibandingkan pemalsuan posisi yang halus.
Pada gangguan yang lazim disebut jamming, penerima satelit kehilangan kunci sinyal dari angkasa sehingga navigasi melemah. Pemalsuan dinilai lebih sulit dideteksi dan dapat memengaruhi beberapa sistem sekaligus, ujar otoritas penerbangan Eropa. Sinyal palsu membuat pesawat membaca koordinat keliru tanpa disadari awak yang sedang bertugas.
Pilot bisa mengira tengah berada di lokasi lain, padahal pesawat melaju di jalur penerbangan berbeda. Otoritas penerbangan Amerika Serikat memperbarui panduan penanganan gangguan sinyal tersebut tak lama setelahnya. Panduan itu meminta pilot memverifikasi posisi memakai alat navigasi alternatif selama penerbangan berlangsung.
Kawasan yang terdampak meliputi Mediterania, Laut Hitam, Timur Tengah, Baltik, sampai wilayah Arktik. Federasi pilot penerbangan internasional menyampaikan kekhawatiran serupa dalam sebuah konferensi di Istanbul. Menurut federasi itu, gangguan sinyal satelit mengancam keselamatan penerbangan sipil di seluruh dunia.
Insiden semacam itu bisa muncul tanpa peringatan apa pun sehingga awak pesawat wajib siaga sepanjang penerbangan berlangsung. Ketergantungan pada sinyal satelit ternyata tidak berhenti di dunia penerbangan semata. Peta digital, aplikasi angkutan, sampai pelacakan kiriman barang sama-sama memakai sinyal satelit itu.
Bila sinyal dipalsukan, pengguna bisa diarahkan ke tempat salah tanpa merasa curiga sedikit pun. Keandalan perangkat karena itu perlu diuji ulang dan prosedur cadangan harus selalu disiapkan. Masyarakat diingatkan tidak menyerahkan seluruh keputusan navigasi pada penunjuk arah otomatis di gawai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....