Riset Smart Farming Berbasis Drone, UNMUL Masuk Top 5 Persen Peneliti Dunia
- 22 Sep 2026 17:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Universitas Mulawarman (UNMUL) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Ketua Senat sekaligus Guru Besar Fakultas Teknik (FT) UNMUL, Prof. Haviluddin, berhasil masuk dalam jajaran 5 persen peneliti dunia versi SCI Rank, sebuah capaian yang semakin mengukuhkan posisi UNMUL dalam peta riset global.
Dikutip dari laman unmul.ac.id, Selasa, 22 September 2026. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi panjang dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas, memperluas kolaborasi internasional, serta menghadirkan riset yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Prof. Haviluddin, penilaian dalam SCI Rank tidak hanya mempertimbangkan jumlah publikasi ilmiah, tetapi juga keberlanjutan penelitian serta pengaruh karya tersebut terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang tercermin melalui sitasi dari peneliti lain di berbagai negara.
“Riset tidak hanya harus dipublikasikan secara berkelanjutan, tetapi juga wajib memberikan dampak nyata dan menjadi rujukan bagi para peneliti lain secara global melalui sitasi,” ujarnya.
Sebagai Guru Besar pertama di Kalimantan Timur dalam bidang Artificial Intelligence (AI) dan Data Science, Prof. Haviluddin telah menghasilkan berbagai penelitian yang berkontribusi pada pemecahan persoalan di berbagai sektor, salah satunya pertanian.
Salah satu riset unggulan yang menjadi sorotan adalah pengembangan teknologi Smart Farming berbasis drone yang telah digagas sejak 2017. Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi internasional antara UNMUL, Universiti Malaysia Sabah (UMS), Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST), serta York University di Inggris.
Melalui konsorsium riset tersebut, sejumlah proyek percontohan (pilot project) berhasil dilaksanakan di Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Hasilnya adalah pengembangan prototype drone pertanian presisi yang dirancang untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Prof. Haviluddin menjelaskan drone hasil pengembangan tim peneliti mampu mengangkut beban lebih dari 100 kilogram. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyiraman lahan, pengangkutan material pertanian, hingga penyebaran pupuk secara presisi sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
“Kolaborasi riset lintas negara ini berhasil melahirkan prototype drone yang mampu mengangkut beban hingga lebih dari 100 kilogram. Teknologi ini dirancang untuk menyiram air, mengangkut, serta menyebar pupuk secara presisi di lahan pertanian,” katanya.
Prestasi internasional tidak hanya diraih oleh Prof. Haviluddin. Tiga akademisi UNMUL lainnya juga berhasil mencatatkan nama dalam jajaran peneliti berpengaruh dunia, yakni Prof. Enos Tangke Arung, Prof. Irawan Wijaya Kusuma, dan Prof. Nurhasanah. Karya-karya ilmiah mereka telah memperoleh sitasi dari berbagai negara di Asia, Amerika, Eropa, hingga Afrika.
Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak generasi peneliti berikutnya, Prof. Haviluddin tetap aktif membina mahasiswa dan dosen muda melalui Study Club AI dan Sains Data yang dibentuk di lingkungan UNMUL. Komunitas akademik tersebut saat ini diikuti sekitar 30 anggota aktif dan menjadi wadah pengembangan kapasitas riset, diskusi ilmiah, serta regenerasi peneliti di bidang teknologi digital.
Di tengah transformasi Kalimantan Timur sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN), Prof. Haviluddin juga mengajak sivitas akademika UNMUL untuk memanfaatkan peluang besar yang hadir melalui penguatan kolaborasi riset lintas disiplin dan antarperguruan tinggi.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai kampus dan lembaga riset, baik di Kalimantan maupun perguruan tinggi terkemuka di Pulau Jawa seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), perlu terus diperluas melalui berbagai program bersama, mulai dari hibah penelitian kolaboratif hingga KKN Tematik IKN.
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi yang berkelanjutan, UNMUL optimistis dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam menghasilkan riset-riset unggulan yang berdampak bagi pembangunan daerah, nasional, maupun dunia internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....