Perawatan Pemancar Jaga Stabilitas Infrastruktur Digital RRI IKN

  • 26 Mei 2026 10:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Nusantara – Keandalan infrastruktur digital menjadi salah satu penopang utama pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru berbasis kota pintar. Di balik kelancaran siaran televisi digital, radio, hingga jaringan telekomunikasi seluler, terdapat sistem pemancar yang harus dijaga optimal agar arus informasi dan koordinasi pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan.

Ketua Tim Teknik Media Baru (TMB) RRI Samarinda, Nurmarwan, menegaskan perawatan pemancar menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas komunikasi di kawasan IKN. Menurutnya, infrastruktur digital tidak hanya dibangun untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga harus mampu menopang layanan komunikasi jangka panjang. “Pemancar merupakan tulang punggung distribusi informasi. Jika sistem ini terganggu, maka dampaknya bisa meluas ke banyak sektor, terutama komunikasi publik dan layanan pemerintahan,” ucap Nurmarwan pada Selasa 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan tantangan utama pemeliharaan pemancar di IKN berasal dari kondisi geografis Kalimantan yang memiliki tingkat kelembapan tinggi, curah hujan besar, serta risiko sambaran petir yang cukup tinggi. Kondisi tersebut menuntut pengawasan berkala pada perangkat elektronik sensitif agar tidak mengalami korosi, gangguan sirkuit, maupun penurunan daya pancar.

Menurut Nurmarwan, langkah perawatan dilakukan melalui dua pendekatan utama, yakni preventif dan korektif. Perawatan preventif mencakup pembersihan modul pemancar, pengecekan konektor, kalibrasi frekuensi, serta evaluasi sistem pendingin. Sementara perawatan korektif dilakukan saat terjadi gangguan mendadak agar waktu henti layanan dapat ditekan sekecil mungkin. “Kami tidak menunggu perangkat rusak total. Deteksi dini dan perawatan rutin jauh lebih efektif untuk menjaga kontinuitas layanan,” ujarnya.

Selain itu, sektor kelistrikan juga menjadi perhatian utama dalam sistem pemancar. UPS, genset cadangan, hingga kestabilan tegangan listrik harus dipastikan berfungsi optimal. Menurut Nurmarwan, gangguan pada sistem catu daya dapat berdampak langsung pada putusnya sinyal komunikasi. “Sistem daya adalah fondasi. Jika listrik tidak stabil, perangkat pemancar berisiko mengalami gangguan bahkan kerusakan permanen,” ucapnya.

Sejalan dengan konsep smart city, sistem pemeliharaan pemancar di IKN kini mulai mengadopsi teknologi pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Sensor digital memungkinkan pemantauan suhu, kelembapan, tegangan, hingga kualitas sinyal secara real time. Ketika muncul anomali, tim teknis dapat segera merespons sebelum gangguan meluas. “Teknologi pemantauan jarak jauh membuat respons teknis lebih cepat, presisi, dan efisien,” ujar Nurmarwan.

Nurmarwan menambahkan, keberhasilan sistem komunikasi di IKN tidak hanya bergantung pada perangkat modern, tetapi juga kompetensi sumber daya manusia yang mengelolanya. Ia menilai perawatan terintegrasi antara teknologi, kesiapan teknisi, dan pemeliharaan struktur menara pemancar akan menjadi kunci agar konektivitas di ibu kota baru tetap kuat dan berkelanjutan. “IKN membutuhkan infrastruktur komunikasi yang tangguh. Karena itu, perawatan pemancar harus dijalankan secara disiplin, profesional, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....