Inovasi Energi dari Kampus: Kolaborasi PGN dan UNMUL Siapkan Generasi Unggul

  • 17 Sep 2026 13:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Universitas Mulawarman (UNMUL) bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk melalui program Pertamina Goes to Campus (PGTC) memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia dan inovasi energi. Kegiatan yang mengusung tema “Energizing Acceleration for Future Impact” ini digelar di GOR 27 September UNMUL, Rabu 16 September 2026.

Dikutip dari laman unmul.ac.id, Kamis, 17 September 2026. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui groundbreaking pembangunan workspace di Fakultas Teknik UNMUL serta pembukaan peluang magang bagi mahasiswa di lingkungan Subholding Gas Pertamina. Program ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan industri energi masa depan.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNMUL, Prof. Lambang Subagiyo, M.Si., yang mewakili Rektor UNMUL, menegaskan bahwa kehadiran workspace menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa aktif berinovasi dan berkontribusi bagi daerahnya.

Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi ruang kolaboratif bagi mahasiswa untuk berdiskusi, melakukan kajian, serta mengembangkan berbagai gagasan inovatif yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pagi tadi telah kita laksanakan groundbreaking untuk workspace di Fakultas Teknik dan itu semua tentu menjadi ruang bagi kami untuk mengembangkan, memanfaatkan, menempatkan mahasiswa berkolaborasi dan berinovasi melalui diskusi dan melalui pengkajian-pengkajian yang akan kita laksanakan di workspace tersebut,” ujar Prof. Lambang.

Selain pengembangan fasilitas, program PGTC juga menghadirkan edukasi mengenai isu energi dan lingkungan. Materi yang disampaikan mencakup perubahan iklim, efisiensi energi, konservasi energi, hingga pentingnya transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan, khususnya di Kalimantan Timur yang selama ini dikenal sebagai daerah penghasil sumber daya energi.

Prof. Lambang menekankan bahwa ketergantungan terhadap energi fosil perlu dikurangi melalui berbagai upaya inovasi dan pengembangan energi baru yang ramah lingkungan.

“Tentu kita tidak bisa terus bergantung pada energi fosil yang akan terus-menerus kita pakai. Kita harus bisa melaksanakan efisiensi energi, melakukan konservasi energi yang berkelanjutan, dan menemukan inovasi-inovasi baru menghasilkan energi-energi baru yang bisa kita implementasikan bersama,” katanya.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT PGN Tbk., Hery Murahmanta, menjelaskan bahwa pembangunan workspace tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga mengasah keterampilan kolaborasi dan kepemimpinan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini.

Menurut Hery, kemampuan individu dapat diperoleh melalui pendidikan formal, namun kemampuan membangun kolaborasi yang efektif menjadi nilai tambah yang semakin penting di era modern.

Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memiliki tiga fondasi utama untuk menciptakan nilai tambah, yakni penguasaan ilmu pengetahuan, kemampuan menganalisis persoalan sosial, dan kapasitas menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Pertama, tentang potensi keilmuan yang dia dapatkan, memperoleh kekuatan pisau analisis. Untuk apa? Untuk yang kedua, melakukan analisis terhadap apa yang ada di masyarakat, yang ketiga, setelah melakukan analisis, mampu memberikan solusi,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, PGN dan Pertamina Subholding Gas juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa UNMUL untuk mengikuti program magang maupun penelitian terapan di lingkungan perusahaan.

Hery menegaskan bahwa pihaknya menyambut baik kehadiran mahasiswa UNMUL yang ingin memperoleh pengalaman langsung di dunia industri energi.

Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan industri ini, UNMUL dan PGN optimistis dapat melahirkan talenta-talenta muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjawab tantangan transisi energi dan berkontribusi dalam pembangunan nasional menuju masa depan energi Indonesia yang lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....