Unmul dan BRIN Kembangkan Beton Self-Healing Berbasis Bakteri Lokal Kaltim
- 24 Agt 2026 15:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Peneliti Universitas Mulawarman (UNMUL) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan beton yang mampu membantu memperbaiki retakannya sendiri dengan memanfaatkan bakteri lokal Kalimantan Timur.
Inovasi tersebut diberi nama BioHeal Climate yang dikerjakan oleh Ahmad Nugroho, Dita Ariyanti dari BRIN, Rudy Agung Nugroho, Eko Kusumawati, dan Natasha Florenika.
Salah satu peneliti, Ahmad Nugroho menjelaskan, mereka memanfaatkan bakteri Bacillus yang diisolasi dari Acropora sp. di Pulau Beras Basah, Bontang. Dari penelitian tersebut, tiga isolat berhasil diperoleh, yakni Bacillus cereus BC-1, Bacillus thuringiensis BC-2, dan Bacillus mycoides BC-3.
"Dari ketiga isolat tersebut, Bacillus cereus BC-1 menunjukkan kemampuan terbaik dalam membantu proses pemulihan beton," ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id, Senin, 24 Agustus 2026.
Ahmad mengungkapkan, melalui mekanisme Microbial-Induced Carbonate Precipitation (MICP), bakteri tersebut menghasilkan kalsium karbonat yang dapat mengisi bagian retakan beton. Dari hasil pengujian, pemulihan kekuatan beton tercatat dapat mencapai 105 persen.
"Hasil pengujian menunjukkan pemulihan kekuatan mencapai 105 persen, dengan pembentukan kristal kalsit yang dikonfirmasi melalui SEM-EDX, XRD, FTIR, dan Micro-CT," kata Ahmad.
Menurutnya, keunggulan BioHeal Climate terletak pada pemanfaatan mikroorganisme indigenous dari biodiversitas Kaltim. Sumber bakteri berasal dari lingkungan laut yang kaya kalsium dan bersifat alkalin, sehingga relevan dengan karakteristik beton.
Melihat dari kekuatannya, lanjut Ahmad, teknologi ini juga berpotensi diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur berat, meski masih memerlukan penelitian lanjutan.
"Berpeluang diterapkan pada bangunan, jembatan, jalan, infrastruktur pesisir, dan struktur beton lainnya. Saat ini, penelitian masih berada pada tahap laboratorium dan memerlukan pengembangan menuju skala pilot," ucapnya.
Selain menciptakan inovasi baru, Ahmad menilai, kolaborasi FMIPA Universitas Mulawarman dan BRIN ini menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati Kaltim dapat memberikan manfaat yang luas, termasuk dalam pengembangan teknologi bernilai tambah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....