Sosialisasi Karsa di Sejumlah Sekolah Kaltim-Kaltara

  • 25 Agt 2026 19:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Inovasi Karsa (Kartu Respon Sadar Anti Perundungan) yang dikembangkan Duta Bahasa Kaltim-Kaltara 2026 mulai dikenalkan kepada pelajar di sejumlah sekolah. Media edukasi berbentuk permainan kartu tersebut digunakan untuk membantu peserta didik memahami perundungan melalui pendekatan literasi kebahasaan.

Karsa menyasar peserta didik dan tenaga pendidik, dengan fokus awal pada jenjang SMA. Dalam pelaksanaannya, Duta Bahasa tidak bekerja sendiri. Program tersebut melibatkan tim fasilitator dari lingkungan sekolah serta pihak eksternal.

Tim fasilitator di satuan pendidikan terdiri dari Forum OSIS, PIK dan guru BK. Selain itu, pelaksanaan program juga didukung kolaborasi dengan Forum Anak Kota Samarinda dan ASN Mengajar Kota Samarinda. Duta Bahasa bertugas menyampaikan materi, sementara fasilitator membantu pelaksanaan permainan dan praktik baik.

Karsa telah disosialisasikan di sejumlah sekolah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Di antaranya MAN 2 Samarinda, SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 3 Penajam Paser Utara, SMA Negeri 3 Tarakan, serta SMA Negeri 1 Tenggarong. Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik disebut menunjukkan antusiasme saat mengikuti permainan.

“Dari mereka itu rata-rata ingin main lagi karena mendapatkan keseruan dari kartu tantangan itu sendiri,” kata Aji kepada RRI Pro4 Samarinda.

Permainan Karsa dirancang agar peserta didik terlibat aktif. Mereka tidak hanya membaca materi, tetapi juga menentukan kategori sebuah tuturan, memberikan argumentasi, melihat dampak dari sudut pandang korban, dan menyusun kembali bahasa yang dianggap kurang tepat menjadi kalimat yang lebih santun.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, pelaksanaan Karsa dilengkapi dengan pretest dan post-test. Selain itu, terdapat lembar observasi yang digunakan fasilitator untuk melihat antusiasme dan keaktifan peserta selama permainan berlangsung.

Duta Bahasa berharap Karsa dapat terus dikembangkan, baik dari sisi metode maupun jangkauannya. Karsa digunakan untuk mendorong generasi muda membangun kebiasaan bertutur santun, sebagai bagian dari upaya bersama mencegah perundungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....