Cara Bikin Konten yang Bikin Orang Berhenti Scroll

  • 31 Agt 2026 15:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Media sosial dipenuhi berbagai macam konten yang muncul secara bergantian di layar pengguna. Dalam kondisi tersebut, kreator perlu membuat konten yang mampu menarik perhatian sejak beberapa detik pertama agar pengguna tidak langsung melewatinya.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membuat hook atau pembuka yang kuat. Hook merupakan bagian awal konten yang dirancang untuk membuat audiens penasaran dan memberikan alasan untuk terus menonton atau membaca. Untuk video pendek, bagian awal menjadi sangat penting karena pengguna dapat dengan mudah berpindah ke konten berikutnya.

Dilansir dari Hootsuite dalam laporan mengenai metrik video sosial pada 2026, tiga detik pertama merupakan bagian penting untuk menarik perhatian audiens. Kreator disarankan menggunakan pembuka yang langsung menunjukkan masalah, menawarkan solusi, atau memberikan alasan yang jelas mengapa video tersebut layak ditonton.

Cara lain adalah memulai konten dengan pertanyaan yang dekat dengan kehidupan audiens. Misalnya, kreator teknologi dapat membuka video dengan pertanyaan seperti, “HP sering cepat panas? Ini tiga hal yang perlu kamu cek.” Pembuka semacam ini langsung menyebut masalah yang mungkin sedang dialami penonton.

Kreator juga dapat memperlihatkan hasil atau bagian paling menarik terlebih dahulu. Daripada memulai video dengan perkenalan panjang, tampilkan terlebih dahulu hasil akhir, perubahan sebelum dan sesudah, atau bagian yang membuat penasaran. Setelah itu, barulah jelaskan prosesnya.

Selain pembuka yang menarik, tampilan visual juga perlu diperhatikan. Sprout Social dalam panduan 2026 menyebut visual yang tidak terduga, teks pada layar sejak awal, serta pernyataan yang memancing rasa penasaran dapat membantu membuat konten lebih menonjol di tengah kebiasaan pengguna yang terus menggulir layar.

Konten juga sebaiknya memberikan manfaat yang jelas. Pengguna akan lebih memiliki alasan untuk bertahan apabila sejak awal mengetahui apa yang akan mereka dapatkan, seperti tips, informasi, hiburan, tutorial, atau solusi terhadap masalah tertentu. Dalam survei Sprout Social pada 2026, nilai hiburan menjadi faktor utama yang mendorong responden berhenti menggulir konten, disusul nilai edukasi atau manfaat informasi.

Penggunaan teks pada video juga dapat membantu menyampaikan pesan dengan cepat. Tidak semua pengguna langsung mendengarkan suara ketika membuka sebuah video, sehingga kalimat singkat yang muncul pada bagian awal dapat membantu menjelaskan isi konten tanpa harus menunggu narasi selesai.

Namun, membuat konten yang menarik bukan berarti menggunakan judul atau pembuka yang menyesatkan. Hook sebaiknya tetap sesuai dengan isi konten. Hootsuite menekankan bahwa pembuka yang baik harus mampu menarik perhatian sekaligus memberikan gambaran mengenai nilai yang akan diperoleh audiens.

Kreator juga perlu melihat data setelah konten dipublikasikan. Jika banyak penonton meninggalkan video pada bagian awal, pembuka mungkin perlu diperbaiki. Sebaliknya, apabila penonton bertahan lebih lama, pola pembuka tersebut dapat diuji kembali pada konten berikutnya.

Dengan persaingan konten yang semakin tinggi, membuat pengguna berhenti scroll tidak selalu membutuhkan peralatan mahal. Ide yang relevan, pembuka yang kuat, visual yang menarik, serta manfaat yang jelas dapat menjadi kombinasi sederhana untuk meningkatkan peluang sebuah konten diperhatikan.

Bagi kreator pemula, langkah tersebut dapat dimulai dengan sederhana. Sebelum mengunggah konten, tanyakan terlebih dahulu: “Apa alasan orang harus berhenti scroll saat melihat konten saya?” Jika jawabannya dapat terlihat atau terasa sejak beberapa detik pertama, peluang audiens untuk melanjutkan menonton akan semakin besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....