AI Berkembang Pesat, Masyarakat Dituntut Cerdas Menggunakannya
- 23 Agt 2026 12:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya telah menggunakan AI dalam berbagai aktivitas sehari-hari tanpa disadari.
Sejumlah perangkat bahkan secara terang-terangan mencantumkan kemampuan AI pada kamera maupun prosesornya, meskipun pengguna tidak selalu mengaktifkan atau menyadari keberadaannya. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kalimantan Timur, Dedy Cahyadi, dalam siaran Literasi Digital Selasa 18 Agustus 2026.
"Secara sederhana AI merupakan sistem komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, sehingga mampu menerima informasi, mengolahnya, dan memberikan respons berdasarkan data serta pengetahuan yang telah dipelajari," kata Dedy.
Menurut Dedy, salah satu contoh paling dekat yang dapat ditemukan ada pada telepon pintar atau handphone. Kamera pada smartphone saat ini banyak yang telah terintegrasi dengan teknologi AI. Fitur seperti pengaturan warna kulit, pencerahan wajah, hingga beautifikasi pada foto merupakan hasil pemanfaatan AI yang bekerja secara otomatis ketika pengguna mengambil gambar.
Dedy menilai perkembangan AI juga semakin pesat karena didukung perusahaan-perusahaan teknologi besar serta hadirnya teknologi generative AI. Platform seperti Gemini dan ChatGPT memungkinkan masyarakat menghasilkan berbagai bentuk konten, mulai dari gambar hingga teks dan narasi.
"Ada beberapa juga pendukung dari perusahaan-perusahaan IT besar seperti Google dengan Gemini-nya atau Gemini-nya dan juga mungkin yang banyak sempat banyak digunakan kayak chat GPT dan yang sejenisnya itu sedikit banyaknya mungkin banyak membantu masyarakat dalam menggenerate kan ini musim atau apa ya trennya ke generative AI istilahnya," ujarnya.
Namun, kemudahan yang ditawarkan AI juga membawa tantangan. AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan. Pengguna tetap perlu memiliki pemahaman terhadap materi yang ingin dikerjakan sebelum meminta bantuan AI.
Dedy mencontohkan pemanfaatan AI di bidang pendidikan. Seorang pendidik yang hendak menggunakan AI untuk membuat konten pendidikan sebaiknya memahami terlebih dahulu materi yang akan disampaikan. Setelah itu, AI dapat digunakan untuk membantu menghasilkan atau mengembangkan konten. Dengan cara tersebut, pengguna tidak sekadar menerima hasil AI, tetapi mampu menilai apakah hasil tersebut benar dan sesuai sasaran.
AI bisa menjadi sebuah alat yang dapat digunakan untuk tujuan positif maupun negatif, tergantung pada penggunanya. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan literasi dan pemahaman teknologi agar tidak sepenuhnya bergantung pada jawaban yang dihasilkan AI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....