Keamanan Anak di Media Sosial Jadi Perhatian, Platform Mulai Perketat Pengawasan

  • 31 Agt 2026 12:54 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Penggunaan media sosial oleh anak dan remaja terus menjadi perhatian, terutama karena mereka dapat terpapar konten yang tidak sesuai usia, berinteraksi dengan orang asing, hingga menghadapi risiko perundungan dan penipuan digital. Kondisi tersebut mendorong sejumlah platform untuk memperketat perlindungan bagi pengguna berusia remaja.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan pengaturan akun khusus remaja (Teen Accounts). Sistem ini dirancang agar pengguna muda secara otomatis mendapatkan perlindungan privasi dan pembatasan konten yang lebih ketat dibandingkan akun pengguna dewasa.

Dilansir dari pengumuman resmi Meta pada 17 Juni 2026, Instagram, Facebook, dan Messenger mulai memperluas pengaturan konten 13+ untuk Teen Accounts secara global. Pengaturan tersebut dirancang agar remaja lebih banyak melihat konten yang sesuai usia serta membatasi interaksi dengan akun atau konten yang dinilai tidak sesuai bagi mereka.

Meta juga mulai menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu memperkirakan usia pengguna. Sistem tersebut dapat menggunakan berbagai sinyal dari aktivitas dan profil akun untuk membantu menempatkan pengguna yang diduga masih remaja ke dalam pengalaman yang memiliki perlindungan khusus.

Perlindungan juga diperluas melalui parental supervision atau pengawasan orang tua. Meta menyediakan Family Center yang memungkinkan orang tua mengelola berbagai pengaturan dan melihat informasi tertentu mengenai aktivitas anak di layanan seperti Instagram, Facebook, dan Messenger.

Pada Agustus 2026, Meta juga mengumumkan langkah keamanan tambahan di Amerika Serikat dan wilayah yang mengikuti kesepakatan tersebut. Beberapa perlindungan mencakup batas penggunaan default dua jam per hari, pembatasan penggunaan pada tengah malam hingga pukul 06.00, serta pembisuan notifikasi selama jam sekolah.

Meski berbagai teknologi keamanan mulai diterapkan, peran orang tua tetap penting. Anak perlu diberikan pemahaman mengenai privasi, cara mengenali akun mencurigakan, bahaya membagikan data pribadi, serta pentingnya melaporkan konten atau percakapan yang membuat mereka merasa tidak aman.

Orang tua juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan fitur pengawasan otomatis. Komunikasi terbuka dengan anak mengenai aktivitas mereka di media sosial dapat membantu membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Dengan semakin ketatnya perlindungan dari platform media sosial, diharapkan anak dan remaja dapat memperoleh pengalaman digital yang lebih sesuai dengan usia mereka. Namun, keamanan di dunia maya tetap membutuhkan kerja sama antara platform, orang tua, sekolah, dan pengguna muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....