Jangan Terkecoh! Kenali Ciri-Ciri Chatbot AI Palsu

  • 28 Jul 2026 08:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Popularitas chatbot berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat chatbot AI palsu yang menyerupai layanan resmi guna mencuri data pribadi maupun menyebarkan malware.

Chatbot AI palsu biasanya ditawarkan melalui situs web tiruan, iklan di media sosial, atau tautan yang dibagikan melalui email dan aplikasi percakapan. Sekilas tampilannya terlihat meyakinkan sehingga sulit dibedakan dengan layanan resmi.

Dilansir dari panduan keamanan siber yang diterbitkan oleh National Cyber Security Centre pada Januari 2024, pengguna perlu berhati-hati terhadap layanan AI yang meminta informasi sensitif atau mengarahkan pengguna untuk mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak resmi.

Salah satu ciri chatbot AI palsu adalah menggunakan alamat situs (URL) yang berbeda dari domain resmi. Pelaku sering membuat nama domain yang sangat mirip dengan layanan asli agar pengguna tidak menyadari perbedaannya.

Ciri lainnya adalah menawarkan fitur premium secara gratis atau memberikan promosi yang terdengar terlalu menggiurkan. Modus seperti ini sering digunakan untuk menarik korban agar mengunduh aplikasi berbahaya atau memasukkan informasi akun.

Pengguna juga perlu waspada apabila chatbot meminta kata sandi, kode verifikasi (OTP), informasi kartu pembayaran, atau data pribadi yang sebenarnya tidak diperlukan untuk menggunakan layanan AI.

Selain itu, hindari mengunduh aplikasi AI melalui tautan yang dibagikan di media sosial, pesan instan, atau email. Sebaiknya gunakan situs resmi pengembang atau toko aplikasi resmi seperti Google Play Store dan Apple App Store.

Untuk meningkatkan keamanan, masyarakat disarankan mengaktifkan verifikasi dua langkah (2FA), memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala, serta menggunakan antivirus yang selalu diperbarui agar mampu mendeteksi ancaman terbaru.

Dengan mengenali ciri-ciri chatbot AI palsu dan selalu memverifikasi sumber layanan yang digunakan, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi AI dengan lebih aman sekaligus mengurangi risiko pencurian data maupun infeksi malware.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....