File PDF Berbahaya?Modus Penyebaran Malware Terbaru
- 28 Jul 2026 08:53 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — File Portable Document Format (PDF) sering digunakan untuk berbagi dokumen, mulai dari laporan, invoice, hingga formulir. Karena format ini umum digunakan, pelaku kejahatan siber kini memanfaatkannya sebagai media untuk menyebarkan malware dan menjalankan aksi phishing.
Sekilas, file PDF berbahaya tampak seperti dokumen biasa. Namun, file tersebut dapat berisi tautan berbahaya, lampiran tersembunyi, atau instruksi yang mengarahkan pengguna mengunduh malware dari situs yang telah disiapkan oleh pelaku.
Dilansir dari laporan penelitian perusahaan keamanan siber Cisco Talos pada Januari 2025, pelaku kejahatan siber semakin sering menggunakan file PDF sebagai bagian dari kampanye phishing untuk mengelabui korban agar mengakses situs palsu atau mengunduh malware.
Dalam sejumlah kasus, korban menerima email yang tampak berasal dari perusahaan, bank, atau layanan pengiriman barang. Email tersebut menyertakan file PDF yang berisi tombol atau tautan dengan tulisan seperti "Lihat Dokumen", "Unduh Invoice", atau "Verifikasi Akun". Ketika tautan tersebut diklik, korban akan diarahkan ke halaman login palsu atau situs yang mengunduh malware secara otomatis.
Menurut para peneliti, teknik ini memanfaatkan rekayasa sosial (social engineering). Pelaku membuat tampilan dokumen terlihat resmi agar korban tidak curiga dan mengikuti instruksi yang terdapat di dalam file PDF.
Untuk mengurangi risiko menjadi korban, masyarakat disarankan hanya membuka file PDF yang berasal dari pengirim terpercaya. Jika menerima dokumen dari alamat email yang tidak dikenal atau mencurigakan, sebaiknya lakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum membukanya.
| Baca juga: Langkah Perbaikan jika PC Terkena Ransomware |
Pengguna juga perlu memeriksa setiap tautan yang terdapat di dalam dokumen PDF. Hindari mengklik tombol atau tautan yang mengarah ke situs dengan alamat yang tidak dikenal, menggunakan ejaan domain yang aneh, atau meminta informasi sensitif seperti kata sandi maupun kode OTP.
Selain itu, pastikan aplikasi pembaca PDF, sistem operasi, dan antivirus selalu diperbarui agar memiliki perlindungan terhadap celah keamanan dan ancaman malware terbaru.
Dengan meningkatkan kewaspadaan saat membuka dokumen digital, masyarakat dapat mengurangi risiko menjadi korban malware maupun pencurian data yang memanfaatkan file PDF sebagai media penyebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....