Dosen Unmul Dorong Gen Z Kritik Kebijakan Berbasis Data dan Etika
- 27 Agt 2026 10:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Generasi Z didorong untuk aktif menyampaikan kritik dan aspirasi terhadap kebijakan pemerintah. Namun, kritik yang disampaikan perlu didukung data serta tetap mengedepankan etika agar dapat menjadi masukan yang konstruktif bagi pemerintah.
Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Mulawarman, M. Aviv Adhitya Putra Pratama, dalam Obrolan Sore Ceria Pro 2 RRI Samarinda mengatakan pemerintah saat ini telah menyediakan berbagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan saran dan masukan, termasuk melalui kanal media sosial milik instansi pemerintah.
Menurutnya, keterbukaan tersebut perlu dimanfaatkan Gen Z secara bertanggung jawab dengan memperhatikan etika dalam menyampaikan kritik.
“Ketika menggunakan media sosial, tentunya harus mengedepankan yang namanya etika. Peran etika ini sangat penting dalam penyampaian aspirasi kita, kritikan kita terhadap pemerintah,” ujarnya, dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Aviv menilai penggunaan data menjadi bagian penting dalam menyampaikan kritik agar aspirasi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. Kritik yang disertai data dinilai dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Yang harus kita utamakan adalah menggunakan data, mengkritik by data. Ketika kita sudah menggunakan data, tentunya akan tepat sasaran ketika kita menyampaikan bahwasanya hari ini data-data menunjukkan masyarakat masih memerlukan banyak bantuan dari pemerintah,” katanya.
Ia mengatakan, penyampaian kritik berbasis data juga dapat membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan dan menentukan prioritas pembangunan.
“Kita sampaikan daerah mana misalkan ketika kita berkomentar seperti itu. Sehingga ketika pemerintah menyerap aspirasi itu bisa mengklasifikasikan berdasarkan tingkat prioritas pembangunan yang harus dikeluarkan,” ujarnya.
Sementara itu, Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Mulawarman, Hashfi Rafdi, mengatakan etika dalam menyampaikan kritik turut mencerminkan kapasitas dan kualitas seseorang.
“Dalam berkomentar ataupun memberikan sebuah pandangan, yang dalam hal ini dalam kurung kritikan, itu tentu saja kita perlu ada landasan. Landasan itu by data itu benar sekali. Kemudian juga yang paling utama yang perlu kita garis bawahi, paling baik itu adalah etikanya,” katanya.
Menurut Hashfi, anggapan bahwa Gen Z merupakan generasi yang kurang beretika perlu dilihat secara lebih objektif. Ia menilai sebagian kritik yang muncul merupakan bentuk penyampaian keresahan atau perasaan terhadap persoalan yang mereka hadapi.
“Kalau menurut saya, mereka tidak beretika itu karena sebenarnya mereka ingin menuangkan perasaan mereka. Jadi begitu sebenarnya kalau menurut saya,” ujarnya.
Hashfi menambahkan, kemampuan mengendalikan diri menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan Gen Z dalam menyampaikan aspirasi, terutama ketika menggunakan media sosial sebagai ruang untuk menyampaikan pandangan terhadap kebijakan pemerintah.
“Etika itu lahir dari diri kita sendiri, bukan dari orang lain,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....