Link AI Gratis di Media Sosial?Jangan Langsung Klik sebelum Cek

  • 30 Jul 2026 08:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Popularitas layanan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menjalankan berbagai modus penipuan. Salah satu yang kini marak ditemukan adalah penyebaran tautan atau link AI gratis melalui media sosial dengan iming-iming akses premium tanpa biaya, generator gambar AI, pembuat video AI, hingga chatbot terbaru.

Tautan tersebut biasanya dibagikan melalui unggahan, komentar, iklan berbayar, maupun pesan langsung (Direct Message/DM). Sekilas tampilannya terlihat meyakinkan karena menggunakan nama, logo, dan desain yang menyerupai layanan AI populer. Namun, tautan tersebut sering kali mengarah ke situs phishing atau mengunduh malware ke perangkat korban.

Dilansir dari laporan penelitian perusahaan keamanan siber Trend Micro pada Mei 2025, pelaku memanfaatkan tingginya minat masyarakat terhadap teknologi AI dengan menyebarkan tautan palsu melalui media sosial. Kampanye tersebut mengarahkan korban ke situs yang mengunduh malware pencuri data atau meminta pengguna memasukkan informasi akun.

Salah satu cara mengenali tautan mencurigakan adalah dengan memeriksa alamat situs (URL). Pastikan domain yang dikunjungi benar-benar milik penyedia layanan resmi. Pelaku sering menggunakan nama domain yang hampir sama dengan situs asli, misalnya menambahkan atau mengurangi satu huruf agar terlihat meyakinkan.

Pengguna juga perlu waspada apabila situs meminta mengunduh file instalasi sebelum layanan dapat digunakan, atau meminta informasi sensitif seperti kata sandi, kode OTP, maupun data kartu pembayaran untuk mendapatkan akses gratis. Penawaran seperti ini patut dicurigai karena layanan resmi umumnya tidak meminta data tersebut melalui halaman yang tidak jelas asal-usulnya.

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, masyarakat disarankan mengakses layanan AI dengan mengetik alamat situs resmi secara langsung di browser atau melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play Store dan Apple App Store. Hindari mengklik tautan yang dibagikan oleh akun yang tidak dikenal atau berasal dari komentar media sosial.

Selain itu, aktifkan verifikasi dua langkah (2FA), gunakan antivirus yang selalu diperbarui, dan pastikan sistem operasi perangkat menggunakan versi terbaru agar memiliki perlindungan terhadap ancaman keamanan yang baru ditemukan.

Dengan membiasakan diri memeriksa setiap tautan sebelum mengkliknya, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi AI secara lebih aman sekaligus mengurangi risiko pencurian data, phishing, maupun infeksi malware.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....