Malware Melalui Komentar dan Direct Message Media Sosial

  • 30 Jun 2026 12:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Media sosial telah menjadi sarana utama masyarakat untuk berkomunikasi dan berbagi informasi. Namun, di balik kemudahannya, kolom komentar dan fitur Direct Message (DM) kini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber sebagai media penyebaran malware.

Modus ini biasanya dilakukan dengan mengirimkan tautan yang diklaim berisi hadiah, aplikasi gratis, video eksklusif, atau file penting. Korban yang mengklik tautan tersebut dapat diarahkan ke situs berbahaya atau mengunduh file yang telah disisipi malware.

Dilansir dari laporan penelitian perusahaan keamanan siber ReversingLabs pada Juni 2026, pelaku kejahatan siber mulai memanfaatkan kolom komentar dan pesan langsung (Direct Message) di media sosial untuk mengarahkan pengguna menuju situs berbahaya yang menjadi tempat penyebaran malware.

Menurut para peneliti, metode tersebut merupakan bentuk rekayasa sosial (social engineering). Pelaku memanfaatkan rasa penasaran pengguna melalui pesan yang terlihat meyakinkan, seperti tawaran software gratis, video viral, atau undangan untuk mencoba aplikasi tertentu.

Setelah korban mengklik tautan dan mengikuti instruksi yang diberikan, perangkat dapat terinfeksi malware yang mampu mencuri informasi penting, seperti nama pengguna, kata sandi, cookie browser, token login, hingga data dompet aset kripto.

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, masyarakat disarankan tidak mudah mempercayai tautan yang dikirim melalui komentar maupun pesan langsung, meskipun berasal dari akun yang dikenal. Akun tersebut bisa saja telah diretas dan digunakan untuk menyebarkan malware.

Pengguna juga dianjurkan memverifikasi informasi sebelum mengklik tautan, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), serta menggunakan antivirus yang selalu diperbarui agar mampu mendeteksi ancaman terbaru.

Selain itu, hindari mengunduh aplikasi atau file dari sumber yang tidak resmi dan selalu pastikan sistem operasi serta aplikasi keamanan pada perangkat telah diperbarui secara berkala.

Dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan dan komentar yang mencurigakan di media sosial, masyarakat dapat mengurangi risiko infeksi malware serta menjaga keamanan data pribadi dari ancaman kejahatan siber.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....