AI Berpotensi Pengaruhi Demokrasi tanpa Disadari Publik

  • 27 Apr 2026 05:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kecerdasan buatan kembali menjadi sorotan global. Para peneliti memperingatkan bahwa jaringan persona digital berbasis artificial intelligence (AI) berpotensi memengaruhi opini publik dan sistem demokrasi tanpa disadari masyarakat.

Dilansir dari ScienceDaily, teknologi ini berbeda dengan bot tradisional yang mudah dikenali. Persona digital generasi baru dirancang lebih realistis, mampu meniru perilaku manusia, berinteraksi secara alami, serta menyesuaikan pesan sesuai respons pengguna di media sosial.

Para peneliti menyebut, jaringan AI tersebut dapat beroperasi dalam jumlah besar dan terkoordinasi. Sistem ini berpotensi menciptakan kesan dukungan publik yang palsu terhadap isu tertentu, sehingga dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap suatu kebijakan maupun proses pemilu.

Ancaman tersebut dinilai lebih sulit dideteksi karena persona digital dapat membangun kepercayaan secara bertahap di komunitas daring. Berbeda dengan penyebaran hoaks konvensional, metode ini bekerja secara halus melalui percakapan yang tampak wajar dan meyakinkan.

Penelitian itu juga menyoroti bahwa perkembangan teknologi generatif, termasuk deepfake dan otomatisasi konten, telah menjadi tanda awal perubahan lanskap informasi global. Karena itu, perlindungan terhadap ruang digital dinilai semakin penting di tengah meningkatnya penggunaan AI di berbagai sektor.

Para ahli mendorong pemerintah, platform digital, dan masyarakat untuk meningkatkan literasi digital serta sistem pengawasan teknologi. Transparansi penggunaan AI dan kemampuan mendeteksi aktivitas tidak autentik dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Kemajuan AI di satu sisi membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun di sisi lain, teknologi tersebut juga menuntut kesiapan regulasi dan etika agar tidak disalahgunakan. Temuan ini menjadi pengingat bahwa perkembangan IPTEK perlu diimbangi dengan tanggung jawab bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....