Malware Vidar Menyebar lewat TikTok dan Instagram Reels

  • 17 Jun 2026 19:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Media sosial seperti TikTok dan Instagram Reels kini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan berbagi informasi, tetapi juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan malware berbahaya. Salah satu ancaman terbaru yang menjadi perhatian para peneliti keamanan siber adalah malware Vidar.

Vidar merupakan jenis infostealer malware, yaitu perangkat lunak berbahaya yang dirancang untuk mencuri berbagai informasi sensitif dari perangkat korban. Data yang menjadi sasaran meliputi nama pengguna, kata sandi akun, cookie browser, token sesi login, data dompet kripto, hingga dokumen pribadi yang tersimpan di komputer.

Dilansir dari laporan penelitian yang diterbitkan oleh ReversingLabs pada Juni 2026, pelaku kejahatan siber diketahui memanfaatkan video pendek di TikTok dan Instagram Reels untuk mengarahkan pengguna ke situs berbahaya yang telah mereka siapkan.

Dalam modus tersebut, pelaku biasanya mengunggah video yang menawarkan aplikasi premium gratis, software bajakan, atau tutorial tertentu yang menarik perhatian pengguna. Korban kemudian diarahkan untuk mengunduh file atau menjalankan perintah tertentu yang tanpa disadari akan menginstal malware Vidar ke perangkat mereka.

Menurut peneliti ReversingLabs, metode ini menunjukkan perubahan pola serangan siber. Jika sebelumnya pelaku lebih banyak menggunakan email phishing untuk mencuri data korban, kini media sosial menjadi sarana baru yang dianggap efektif untuk menjangkau lebih banyak pengguna internet.

Para peneliti juga menjelaskan bahwa teknik rekayasa sosial (social engineering) masih menjadi salah satu metode paling efektif dalam serangan siber. Pelaku memanfaatkan rasa penasaran pengguna agar mau mengklik tautan atau mengikuti instruksi yang sebenarnya berbahaya.

Untuk mengurangi risiko menjadi korban, pengguna disarankan tidak sembarangan mengunduh file dari tautan yang dibagikan di media sosial, menghindari software bajakan, serta selalu memperbarui antivirus dan sistem operasi yang digunakan.

Selain itu, pengguna juga perlu memverifikasi sumber informasi sebelum mengikuti tutorial yang beredar di media sosial, terutama yang meminta mengunduh aplikasi dari situs di luar platform resmi.

Dengan meningkatnya ancaman malware melalui media sosial, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap berbagai konten yang terlihat menarik namun berpotensi menjadi sarana penyebaran malware dan pencurian data pribadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....