Bahaya Kebiasaan Instan, Generasi Ini Terancam

  • 23 Apr 2026 08:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Penggunaan teknologi dalam dunia pendidikan kini semakin tidak terpisahkan dari kehidupan pelajar. Kemudahan akses informasi membuat banyak siswa memilih cara cepat dalam menyelesaikan tugas, tanpa melalui proses belajar yang mendalam. Hal ini memunculkan kekhawatiran baru tentang dampak jangka panjang terhadap pola pikir dan karakter generasi muda.

Irni Fatma Satyawati, pemerhati pendidikan, menilai bahwa kebiasaan ini sering kali dimulai dari hal yang dianggap sepele. Ia mengungkapkan, “Awalnya cuma coba-coba, sekali pakai merasa tidak apa-apa, seperti mengerjakan tugas pakai GPT karena iseng dan terasa mudah.”

Namun, kebiasaan tersebut perlahan berubah menjadi ketergantungan. Apa yang awalnya hanya sesekali dilakukan, justru menjadi rutinitas tanpa disadari. “Ternyata ada efek nagih, akhirnya jadi pembiasaan dan dilakukan terus-menerus,” jelas Irni.

Lebih jauh, ia menyoroti dampak dari kebiasaan instan ini terhadap mentalitas siswa. Generasi saat ini dinilai semakin terbiasa mendapatkan hasil tanpa proses yang panjang. “Anak sekarang ingin sesuatu serba cepat. Ketika harus berusaha lebih, mereka mudah mengeluh dan merasa cepat lelah,” ujarnya.

Menurut Irni, pola pikir seperti ini tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk sejak dini melalui pola asuh. Lingkungan keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak, termasuk dalam menghadapi tantangan dan proses belajar. “Ini terbentuk dari kecil, sangat dipengaruhi oleh parenting yang diterapkan,” katanya.

Kondisi ini kemudian terlihat jelas saat anak memasuki usia remaja, seperti di tingkat SMA hingga perguruan tinggi. Banyak dari mereka yang kurang terbiasa menghadapi tekanan atau proses panjang, sehingga cenderung mencari jalan pintas. Hal ini tentu menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan saat ini.

Irni menegaskan pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam membangun kebiasaan yang sehat sejak dini. Dengan membiasakan proses, usaha, dan tanggung jawab, anak diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....