Keindahan Pink Moon 1 April 2026 Bakal Menghiasi Langit Malam

  • 25 Mar 2026 13:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Fenomena Pink Moon akan kembali menghiasi langit pada tanggal 1 April 2026. Meskipun namanya mengandung kata “pink” atau merah muda, bulan ini tidak benar-benar berubah warna menjadi pink. Istilah tersebut berasal dari tradisi penamaan bulan purnama oleh masyarakat adat di Amerika Utara, yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga phlox berwarna merah muda pada awal musim semi.

Secara ilmiah, Pink Moon adalah fase bulan purnama biasa yang terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga seluruh permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi tampak terang sepenuhnya. Namun, kondisi atmosfer tertentu seperti debu, kabut, atau polusi dapat membuat Bulan tampak sedikit kemerahan atau kekuningan saat berada di dekat horizon.

Dikutip dari media social ahquote, Fenomena Pink Moon 2026, diperkirakan terjadi pada 1-2 april 2026, dengan puncak fase purnama secara global 1 April pukul 22.12 EDT, sehingga di Indonesia dapat diamati pada malam hari saat bulan terbit di ufuk timur sekitar pukul 18.00-18.15 WIB dan mencapai posisi tertinggi sekitar pukul 00.30 WIB, yang menjadi waktu terbaik untuk pengamatan meski di sebut “Pink Moon” bulan ini tidak berwarna merah muda, menariknya purnama ini juga tergolong micromoon yaitu saat bulan berada di titik terjauhnya dari bumi (apogee), sehingga tampak sekitar 5,1 % lebih kecil dan 11 % lebih redup dari biasanya.

Fenomena ini selalu menarik perhatian karena terjadi di awal April, bertepatan dengan perubahan musim di belahan bumi utara. Selain itu, dalam beberapa tradisi budaya dan kepercayaan, Pink Moon dianggap sebagai simbol pembaruan, pertumbuhan, dan harapan baru setelah musim dingin berakhir. Hal ini membuatnya memiliki nilai lebih dari sekadar peristiwa astronomi.

Di Indonesia, meskipun tidak mengalami musim semi, masyarakat tetap dapat menikmati keindahan Pink Moon dengan jelas, terutama jika cuaca cerah dan minim polusi cahaya. Waktu terbaik untuk mengamati adalah saat bulan terbit di ufuk timur pada malam hari hingga mencapai puncaknya di tengah malam.

Bagi para penggemar fotografi, momen ini juga menjadi kesempatan emas untuk mengabadikan bulan purnama dengan latar lanskap yang menarik. Penggunaan kamera dengan lensa tele atau pengaturan manual dapat membantu menghasilkan gambar yang tajam dan dramatis. Bahkan, dengan smartphone modern pun, fenomena ini tetap bisa diabadikan dengan hasil yang cukup memuaskan.

Selain keindahan visualnya, fenomena bulan purnama seperti Pink Moon juga sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan. Beberapa orang percaya bahwa bulan purnama dapat memengaruhi emosi, perilaku, bahkan kualitas tidur manusia. Namun, secara ilmiah, pengaruh tersebut masih menjadi perdebatan dan belum terbukti secara konsisten.

Dengan segala keunikan dan daya tariknya, kemunculan Pink Moon pada 1 April 2026 menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan. Baik sebagai pengamat langit, fotografer, maupun sekadar penikmat keindahan alam, fenomena ini mengingatkan kita akan keajaiban alam semesta yang selalu hadir di atas langit kita. (Ayu)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....