Perkuat Sinergi Penanganan, Bupati Berau Tinjau Karhutla di Poros Kelay

  • 18 Agt 2026 19:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Kelay Kilometer 9, Selasa 18 Agustus 2026.

Peninjauan dilakukan bersama Wakil Bupati Berau Gamalis, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan upaya penanganan berjalan di lapangan.

Di tengah kondisi cuaca yang panas dengan curah hujan yang rendah, Sri Juniarsih meminta seluruh unsur meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api. Pengawasan, kata dia, perlu diperketat terutama di kawasan yang memiliki hamparan hutan dan lahan luas serta tergolong rawan terjadi kebakaran.

Menurutnya, kondisi vegetasi yang mengering akibat minimnya hujan membuat api berpotensi menjalar dengan cepat. Karena itu, masyarakat diminta menahan diri dari aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Untuk sementara jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi vegetasi yang kering membuat api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas pemadam. Keterlibatan berbagai pihak menjadi penting, mengingat keterbatasan armada dan peralatan pemadaman masih menjadi salah satu tantangan dalam menghadapi kebakaran di sejumlah wilayah.

Pemkab Berau, lanjutnya, terus mendorong penanganan secara terpadu dengan melibatkan unsur pemerintah, aparat TNI dan Polri, dunia usaha, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar setiap kejadian dapat ditangani sedini mungkin sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan kesiapan personel dan peralatan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam mempercepat penanganan karhutla. Di sejumlah titik, keterbatasan sumber daya masih menjadi kendala sehingga diperlukan dukungan tambahan dari berbagai pihak.

Gamalis secara khusus meminta perusahaan yang memiliki kegiatan operasional di sekitar kawasan rawan kebakaran ikut mengambil bagian dalam upaya penanggulangan. Dukungan dapat diberikan melalui pengerahan personel maupun peralatan pemadam yang dimiliki perusahaan.

“Bagi perusahaan yang mempunyai perlengkapan pemadaman dan tenaga yang dapat diturunkan, kami berharap ikut memperkuat penanganan bersama petugas yang sudah berada di lapangan,” kata Gamalis.

Menurutnya, pemanfaatan sumber daya secara bersama-sama akan memperkuat respons di lapangan. Kecepatan dalam mengerahkan personel dan peralatan dinilai penting untuk mengendalikan api sekaligus mengantisipasi agar kobaran tidak merambat ke wilayah yang lebih luas.

Selain memperkuat langkah penanganan teknis, Pemkab Berau juga menyiapkan pelaksanaan salat Istisqa. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau dan cuaca kering yang tengah berlangsung.

Melalui rangkaian langkah tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh elemen masyarakat semakin meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan karhutla. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran lahan, disertai pengawasan dan respons cepat ketika muncul titik api, menjadi kunci untuk menekan risiko kebakaran di wilayah Berau. (DiskominfoBerau-IKP/Er)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....