Bupati Sri Juniarsih: Telinga Kami Selalu Terbuka untuk Rakyat

  • 16 Sep 2026 07:07 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Berau – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, memimpin langsung audiensi bersama Aliansi Masyarakat Berau (AMB) di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Sekretariat Daerah Berau, Selasa 15 September 2026. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan sejumlah aspirasi dan persoalan yang dihadapi secara langsung kepada pemerintah daerah.

Audiensi turut dihadiri Wakil Bupati Berau Gamalis, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Berbagai persoalan disampaikan dalam dialog tersebut, mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), tarif air bersih, hingga persoalan agraria.

“Kami ada di sini untuk mendengar. Setiap persoalan yang Bapak/Ibu sampaikan akan kami catat, kami pelajari, dan kami cari jalan penyelesaiannya, tentunya tetap berpegang pada aturan, tetapi tidak mengesampingkan keadilan dan kepedulian,” ujar Sri Juniarsih saat membuka dialog.

Terkait ketersediaan BBM, Sri Juniarsih mengatakan Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat koordinasi dengan BPH Migas dan PT Pertamina agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Pemerintah daerah juga akan menyesuaikan kebutuhan dan kuota berdasarkan data kendaraan darat maupun perairan yang beroperasi di wilayah Berau.

Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah daerah juga akan melakukan pengawasan terhadap penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET). Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah perbedaan harga yang dapat membebani masyarakat.

Pemkab Berau Bahas Aspirasi Warga Bersama AMB. (Foto: Diskominfo Berau)

Sementara itu, terkait tarif air bersih yang dikelola Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), Sri Juniarsih menjelaskan bahwa tarif yang berlaku saat ini relatif rendah dan belum mengalami penyesuaian selama lebih dari tiga tahun. Menurutnya, penyesuaian tarif diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan, tetapi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

“Kami mulai dari kalangan usaha dan niaga terlebih dahulu. Untuk rumah tangga akan dibagi kategori. Bagi yang belum mampu, akan kami usahakan subsidi silang agar tidak membebani warga yang kurang beruntung,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, persoalan agraria juga menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat. Sri Juniarsih meminta warga menyampaikan data dan fakta secara lengkap agar pemerintah daerah dapat melakukan verifikasi serta mencari solusi berdasarkan kondisi di lapangan dan ketentuan yang berlaku.

Bupati menegaskan, komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat perlu terus dibangun. Menurutnya, penyampaian aspirasi secara langsung dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam memahami persoalan sekaligus merumuskan langkah penyelesaian.

“Berau ini milik kita semua. Membangunnya pun harus berjalan bersama,” ucapnya.

Audiensi Pemkab Berau bersama AMB menjadi bagian dari upaya membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Sejumlah aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan pembahasan dan tindak lanjut oleh perangkat daerah sesuai kewenangan masing-masing. (DiskominfoBerau-IKP/Yar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....