Pemkab Berau Gencarkan Pemberian Vitamin A dan Obat Cacing
- 10 Agt 2026 14:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Pemerintah Kabupaten Berau kembali meningkatkan upaya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Pemberian vitamin A dan obat cacing bagi bayi serta balita resmi dicanangkan di Posyandu Melati, Jalan Durian III RT 16, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, pada Senin 10 Agustus 2026.
Program yang digelar melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Berau ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memastikan anak mendapatkan asupan dan layanan kesehatan yang mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menjelaskan pemberian vitamin A menyasar anak usia 6–59 bulan. Untuk bayi usia 6–11 bulan diberikan kapsul vitamin A berwarna biru, sementara anak usia 12–59 bulan mendapatkan kapsul vitamin A merah. Sedangkan pemberian obat cacing diperuntukkan terutama bagi anak usia 12–59 bulan.
“Pemberian vitamin A dan obat cacing merupakan bagian dari upaya menjaga status gizi dan meningkatkan daya tahan tubuh anak,” kata Lamlay dalam laporannya.
| Baca juga: Pemkab Mahulu Gelar Sosialisasi CSIRT/TTIS |
Menurutnya, vitamin A memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan mata, mendukung pertumbuhan serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara obat cacing diberikan untuk mencegah infeksi kecacingan yang dapat mengganggu penyerapan zat gizi.
Program tersebut akan dilaksanakan selama satu bulan melalui Puskesmas dan Posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Pemkab Berau berharap pelaksanaan di tingkat layanan kesehatan masyarakat itu dapat semakin mendekatkan pelayanan kepada keluarga sekaligus mendorong orang tua lebih aktif membawa anak ke Posyandu.

Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan perhatian terhadap kesehatan balita tidak boleh dilakukan secara parsial. Sebab, usia balita merupakan salah satu fase penting dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan anak.
“Pada masa inilah kebutuhan gizi harus benar-benar diperhatikan karena pertumbuhan fisik, perkembangan otak, daya tahan tubuh dan berbagai fungsi tubuh sedang berlangsung dengan sangat pesat,” kata Sri Juniarsih.
Ia menegaskan, pemberian vitamin A bukan hanya berkaitan dengan kesehatan mata. Kecukupan vitamin A juga memiliki kaitan dengan daya tahan tubuh dan proses pertumbuhan anak.
Karena itu, ia menilai pemberian vitamin A dan obat cacing menjadi langkah sederhana namun penting dalam membangun fondasi kesehatan anak sejak dini.
“Di balik satu kapsul yang diberikan kepada seorang anak, terdapat ikhtiar kita untuk menjaga penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung pertumbuhan dan memberikan fondasi kesehatan yang lebih baik bagi generasi penerus kita,” ujarnya.
Sri Juniarsih juga meminta para orang tua tidak hanya membawa anak ke Posyandu saat ada program pemberian vitamin A. Posyandu harus dimanfaatkan secara rutin untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.
Selain pemantauan pertumbuhan, orang tua juga diminta memperhatikan kelengkapan imunisasi serta memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi.
Bupati turut menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam memastikan kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Urusan kesehatan dan tumbuh kembang anak bukan hanya tugas ibu. Ayah dan ibu harus bersama-sama memastikan anak tumbuh sehat, cukup gizi, mendapatkan kasih sayang dan lingkungan yang baik,” ucapnya tegas.
Menurut Sri, membangun generasi yang sehat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, ia mendorong Dinas Kesehatan, Puskesmas, tenaga kesehatan, TP-PKK, kader Posyandu, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat hingga keluarga untuk terus memperkuat kolaborasi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sri Juniarsih juga memberikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Menurutnya, para kader memiliki peran besar dalam memastikan informasi dan pelayanan kesehatan dapat menjangkau keluarga hingga tingkat lingkungan.
“Pekerjaan kader sering kali dilakukan dengan penuh ketulusan, bahkan jauh dari sorotan. Namun sesungguhnya peran kader sangat besar. Mari kita perkuat Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pencanangan ini, Pemkab Berau berharap kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi anak semakin meningkat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen daerah dalam menyiapkan generasi Berau yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berakhlak dan berbudaya. (DiskominfoBerau/IKP-AF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....