Hari Jadi Berau, Karhutla dan Ekonomi Jadi Sorotan
- 14 Sep 2026 18:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau – Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan Hari Ulang Tahun ke-216 Kota Tanjung Redeb menjadi momentum bagi pemerintah daerah mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi berbagai tantangan daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas saat menghadiri Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Berau bersama Wakil Bupati H. Gamalis di Ruang Rapat Paripurna DPRD Berau, Senin 14 September 2026. Menurutnya, pembangunan harus terus diarahkan untuk mewujudkan Berau yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan data per 29 Agustus 2026, hotspot di Berau sempat mencapai 779 titik. "Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 50 titik berdasarkan data BMKG Kalimantan Timur periode 9 September 2026," kata Bupati.
Meski terjadi penurunan, Sri Juniarsih mengatakan penanganan karhutla tetap membutuhkan kewaspadaan dan kerja sama berbagai pihak. Pemkab Berau bersama BPBD, Damkar, TNI, Polri, Manggala Agni, pihak swasta, dan unsur terkait terus melakukan pencegahan serta penanganan di lapangan.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta menjaga kesehatan, termasuk menggunakan masker saat kualitas udara terganggu asap, serta segera melaporkan jika menemukan titik api.
Di sisi pembangunan, Pemkab Berau melanjutkan sejumlah program sesuai visi 2025–2030, yakni mewujudkan Berau yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera. Fokusnya mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, pemerataan pembangunan, penguatan tata kelola pemerintahan, serta pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM.
Capaian investasi menjadi salah satu indikator yang disoroti. Pada 2025, realisasi investasi Berau mencapai Rp8,76 triliun atau 194,71 persen dari target Rp4,5 triliun. Capaian tersebut menempatkan Berau di peringkat pertama Kalimantan Timur berdasarkan persentase realisasi investasi. Sementara hingga triwulan I dan II 2026, realisasi investasi tercatat Rp3,6 triliun dari target Rp8 triliun.
Penguatan ekonomi juga diarahkan pada potensi lokal. Komoditas kakao Berau telah menembus pasar internasional, sementara sektor pertanian dan perikanan terus dikembangkan. Hingga Agustus 2026, luas tanam padi mencapai 2.711,2 hektare dengan produksi 7.862,48 ton. Produksi jagung mencapai 3.851 ton, sedangkan sektor perikanan menghasilkan sekitar 35.000 ton per tahun.
Pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, pemerintah daerah mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan Batik Derawan Maratua dan pariwisata berbasis konservasi. Pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas wilayah pedalaman serta pesisir, termasuk pembangunan jembatan dan dermaga di sejumlah kecamatan.
Peringatan hari jadi turut diwarnai prosesi pemotongan Puncak Rasul oleh Sri Juniarsih bersama Gamalis dan Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto. Potongan Puncak Rasul kemudian diserahkan kepada perwakilan Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung, para Bupati Berau terdahulu, unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, serta anggota DPRD Berau yang hadir.
Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan para pendahulu Berau. Tradisi itu sekaligus mencerminkan keterhubungan pemerintah daerah, DPRD, kesultanan, tokoh masyarakat, dan elemen daerah dalam menjaga warisan budaya.
Menutup sambutannya, Sri Juniarsih mengajak DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, pemuka adat, pemuka agama, dan seluruh masyarakat menjaga persatuan serta kondusivitas daerah. Ia menilai pembangunan tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Marilah kita tingkatkan kualitas kinerja dan prestasi, mengedepankan empati dan kepedulian serta partisipasi masyarakat dalam setiap kebijakan yang kita laksanakan,” ujar Sri Juniarsih.
Ia berharap momentum Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb menjadi dorongan untuk memperkuat ekonomi lokal, menjaga budaya, meningkatkan konektivitas, serta memastikan pembangunan berlangsung berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (DiskominfoBerau-IKP/Er/Hd)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....